Kaspersky Sebut 33 Persen Mantan Karyawan Akses Data Perusahaan

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Kaspersky Lab merilis riset yang menemukan bahwa 33 persen mantan karyawan yang telah hengkang dari perusahaan masih memiliki akses dan data perusahaan dan menganggap hal tersebut dapat berpotensi kepada penyalahgunaan data serta aset perusahaan

Adanya risiko penyalahgunaan data dan aset perusahaan tersebut terjadi karena pekerja yang tidak lagi berstatus sebagai karyawan aktif tersebut tetap tidak terputus dari layanan email perusahaan, aplikasi pesan instan hingga dokumen Google

Head of B2B Product Marketing di Kaspersky Lab Sergey Marstsynkyan mengungkapkan bahwa mantan karyawan juga dapat menggunakan data perusahaan untuk tujuan pribadi di tempat kerja baru, bahkan mantan karyawan secara tidak sengaja dapat menghapus ataupun merusak data tersebut

Bagi perusahaan kecil yang aktif dan dalam proses menuju efisien dan kompetitif, situasi tersebut sangat tidak diinginkan, karena pemulihan data akan membutuhkan waktu dan upaya, padahal waktu dan upaya tersebut seharusnya dapat dialokasikan untuk keperluan bisnis yang lebih berharga

Data digital yang berantakan dan akses data tidak terkontrol terkadang dapat menyebabkan pelanggaran dan insiden dalam dunia siber, dalam kebanyakan kasus, kemungkinan akan mengakibatkan gangguan dalam pekerjaan di perusahaan, waktu terbuang dan energi terkuras sia-sia akibat memulihkan file yang hilang,” ungkap Sergey Marstsynkyan dalam keterangan resmi pada hari Selasa tanggal 21 Mei 2019




Kaspersky Lab juga menjelaskan bahwa situasi tersebut sangat mengkhawatirkan, karena jika data dan aset tersebut hilang, data maupun aset tersebut dapat digunakan oleh pelaku kejahatan siber ataupun pesaing untuk meraup keuntungan

Aset-aset yang dimaksud termasuk kekayaan intelektual, data komersial dan aset-aset lainnya yang dilindungi serta segala jenis rahasia

Di antara responden yang disurvei oleh Kaspersky Lab, 72 persen mengaku bahwa mereka bekerja dengan dokumen yang berisi berbagai jenis data sensitif

Kehati-hatian dalam mengelola hak akses serta menggunakan solusi keamanan bukan hanya untuk melindungi diri dari ancaman siber. Ini adalah jaminan bekerja secara efektif tanpa adanya gangguan,” tutur Sergey Marstsynkyan

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kaspersky Lab memberikan sejumlah saran dan rekomendasi, diantaranya:

1) Perusahaan diminta untuk menyusun kebijakan akses untuk aset, termasuk email, folder bersama, dokumen daring (semua hak akses yang harus segera ditarik setelah karyawan hengkang)

2) Mengingatkan staf secara berkala mengenai peraturan keamanan siber perusahaan, agar mereka dapat memahami apa yang diharapkan dan mengubahnya menjadi kebiasaan

3) Menggunakan enkripsi untuk melindungi data perusahaan yang tersimpan dalam perangkat dan cadangkan data untuk memastikan informasi aman dan dapat diambil kembali, seandainya terjadi kemungkinan terburuk

4) Tumbuhkan kebiasaan penerapan kata sandi yang baik di antara karyawan, seperti tidak menggunakan rincian pribadi atau membaginya dengan siapa pun, baik di dalam atau di luar perusahaan. Fungsi pengelola kata sandi dalam produk solusi keamanan dapat membantu menjaga keamanan kata sandi serta data rahasia Anda




Babah Bor

Salah seorang pengamen yang juga menjadi salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: