PUBG Bakal Batasi Waktu Main Game

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) meluncurkan sistem pembatasan waktu untuk mencegah kecanduan game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) bagi para pemainnya, dimana sistem pembatasan waktu tersebut akan mengingatkan para pemain mengenai waktu bermain agar mereka tidak terlalu lama bertempur

Kami pastikan mereka tidak kecanduan dengan game dan menghabiskan waktu ke komunitas,” ungkap Marketing Director of SEA PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile Oliver Ye saat jumpa pers di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Jumat (24/5)




Lewat sistem baru tersebut, manajemen PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) berharap pihaknya mampu berkontribusi positif dalam menciptakan ekosistem permainan dan e-Sport yang lebih sehat ke depan

Kami buat sistem ini agar mereka bisa menghabiskan waktu dengan keluarga dan teman. Kami harap sistem ini bisa buat anda lebih berkoneksi dengan orang lain,” lanjut Oliver Ye

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah sejumlah kasus di beberapa negara yang berkaitan dengan kecanduan game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG), dimana belum lama ini seorang wanita di India ingin bercerai dengan suaminya, karena kasmaran dengan teman bermain game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG)

Sementara itu, Pemerintah Nepal bahkan telah resmi melarang PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) dimainkan di negaranya dengan alasan permainan tersebut penuh kekerasan dan membuat para pemainnya kecanduan permainan tersebut, terutama kepada anak-anak

Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyebutkan bahwa penerapan pembatasan waktu bermain game online telah dilakukan di beberapa negara seperti Korea Selatan, bahkan China pun menerapkan batasan bermain game online bagi warga negaranya




Babah Bor

Salah seorang pengamen yang juga menjadi salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: