Ini Jumlah Desa yang Terpapar Abu Vulkanis Gunung Agung

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali erupsi pada hari Jumat tanggal 24 Mei 2019 pukul 19.23 WITA dan dari data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Agung, tinggi kolom abu tidak teramati

Erupsi Gunung Agung tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 30 detik. Selain itu, terdengar suara gemuruh sedang dan kuat di Pos Pengamatan, dimana lontaran batu atau lava pijar sejauh 2,5-3 km ke segala arah

Erupsi Gunung Agung tersebut menyebabkan 53 desa yang tersebar di 20 kecamatan di Bali terpapar abu vulkanis

Kepala Subdit Bidang Mitigasi Bencana Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Kementerian ESDM, yaitu Devi Kamil Syahbana, mengungkapkan bahwa dari hasil pemantauan di pos pantau Rendang menunjukkan potensi letusan Gunung Agung masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan

Potensi erupsi dalam beberapa waktu ke depan dengan skala yang relatif sama dengan erupsi yang terjadi kemarin. Semburan abu dan lava pijar mungkin sama. Sampai saat ini data menunjukkan bahwa untuk terjadi erupsi yang jauh lebih besar belum teramati indikasinya,” ujar Devi Kamil Syahbana




Pihak PVMBG terus mengamati setiap saat dan mengevaluasi aktivitas Gunung Agung.

Dari 53 desa di 20 kecamatan di Bali yang terpapar tadi, kondisi paling parah berada di beberapa desa bagian barat lereng Gunung Agung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin di Denpasar

Untuk Kabupaten Karangasem, misalnya, desa yang terparah terdampak ada di Kecamatan Rendang, yakni Desa Pempatan, Nongan, Besakih (Dusun Temukus, Angsoka, Kesimpar, Dusun Besakih Kangin), Pempatan (Dusun Pura Gae, Pemuteran), Menanga (Dusun Belatung, Pejeng, Menanga)  dan Desa Rendang

Petugas terus menghimbau warga untuk menggunakan masker dalam aktivitas sehari-hari untuk menghindari berbagai penyakit saluran pernapasan akibat paparan abu vulkanis

Hingga saat ini petugas telah membagikan sekitar 50 ribu masker di beberapa titik di 20 kecamatan yang terpapar abu vulkanis

Radius zona bahaya belum berubah, yakni 4 kilometer dari puncak kawah. Statusnya juga tidak dinaikkan, yakni berada di level 3 siaga, namun PVMBG tetap meminta masyarakat, para pendaki, dan wisatawan tidak berada di radius 4 kilometer. Masyarakat yang bertempat tinggal di 28 desa di lereng Gunung Agung diminta untuk  tetap waspada dan mengikuti ­arahan petugas

Menurut I Made Rentin, kalaupun akhirnya Gunung Agung meletus, seluruh skenario telah disiapkan untuk meminimalisasi korban jiwa dan hal tersebut sudah terbukti dalam penanganan letusan Gunung Agung beberapa waktu lalu yang berhasil ditangani dengan baik

Kita tidak berharap Gunung Agung meletus, bahkan kami berdoa supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan. Namun, kalaupun terjadi, kami sudah siap dengan segala skenario, peralatan dan SDM yang sudah profesional. Penanganannya lintas sektoral bersinergi,” pungkas I Made Rentin




Lay Cao Lay

Salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: