Derita Penyakit Langka, Wanita 28 Tahun Ini Jadi Mirip Nenek-nenek

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, seorang model bernama Sara Geurts menderita penyakit langka yang membuat kulit di seluruh tubuhnya keriput hingga membuat dirinya puluhan tahun lebih tua dari usianya yang baru 28 tahun

Kondisi langka yang disebut dengan Ehlers Danlos Syndrome (EDS) merupakan gangguan pada jaringan konektif yang berarti tubuh Sara Geurts kekurangan kolagen

Meski kebanyakan orang yang menderita kondisi tersebut tidak memperlihatkan tanda-tanda nyata, namun bentuk langka yang dialami Sara Geurts, yaitu Dermatosparaxis EDS, membuat kulitnya keriput secara berlebihan dan juga tidak dapat makan serta tidak dapat mencari dana untuk membantunya mendapatkan pengobatan

Setelah mengungkapkan kondisinya, Sara Geurts mendapatkan lebih dari 76 ribu pengikut di Instagram dan mendapat predikat sebagai body positive influencer serta membuat debut di industri modeling

Meski sukses, Sara Geurts masih terus berjuang untuk melawan penyakitnya dan khususnya tahun 2018, menjadi waktu yang paling berat baginya, dimana beliau menghabiskan waktu yang lama terbaring di tempat tidur serta tidak dapat makan dan hal tersebut mengakibatkan Sara Geurts membuat dua misi penting, yaitu mencari pengobatan medis yang ia butuhkan dan terus mencapai representasi lebih besar di industri modeling

Empat tahun belakangan menjadi tahun terbaik dalam hidup saya karena tahun tersebut yang saya jalani dengan tulus dan sebagai diri saya sendiri. Dan bagaimana saya merasakan tubuh saya adalah apa yang saya ingin orang lain rasakan mengenai tubuh mereka apapun situasi yang mereka hadapi,” tutur Sara Geurts, seperti dikutip dari The Sun




Sara Geurts pertama kali mengungah pose foto dalam akun Instagram beliau dengan jepretan kamera sahabatnya, yaitu Bri Berglund yang merupakan inspirasinya dan yang memberi dukungan atas apa yang dilakukan Sara Geurts dalam hal mencintai tubuh serta dirinya

 

View this post on Instagram

 

“Choose kindness and laugh often” πŸ’“πŸ’“ β€’ β€’ LINK IN BIO πŸ’•πŸ’• SARA10 FOR 10% OFF ❀❀ β€’ β€’ Photography: @herringanherring Stylist: @Jasonrembert Makeup: @akikoowada Hair: @kiriyoshiki Nails: @erierilady β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ #week #tbt #magazine #newyork #feature #influencer #love #laugh #goodvibes #summer #ehlersdanlosawareness #ehlersdanlossyndrome #effyourbeautystandards #inmyskiniwin #loveyourbody #loveyourlines #selflove #beyou #bebeautiful #blessed #happy #inspire #embrace #beauty #model #real #ilovemybody #bodypositive #perfectlyimperfect #thisisme

A post shared by Sara Geurts (@sarageurts) on

Saat itu, Sara Geurts berada dalam titik terburuk dalam hidupnya, kebiasaan yang buruk, orang-orang yang buruk dan saat ia membutuhkan usaha besar untuk menghilangkan itu semua, Bri Berglund ada untuk membantu dirunya melewati semua itu.

Kami memilih untuk menggunakan gejala gangguan saya melalui fotografi sebagai cara membantu orang lain, karena (EDS) dikenal sebagai penyakit tidak terlihat, saya adalah kasus yang langka di mana gejalanya terlihat. Karena itu, banyak orang tidak mendapatkan pengobatan karena dokter secara fisik tidak bisa melihat ada yang salah pada mereka,” tutur Sara Geurts

Gejala umum dari EDS meliputi hipermobilitas dan nyeri sendi, kulit yang kendor dan masalah pencernaan, namun ada banyak jenis dan bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi setiap orang bisa sangat berbeda

Ini adalah kekurangan kolagen. Jadi, kolagen ada di kulit, di ligamen. Bagi saya, saya tidak punya sedikit pun kolagen di kulit yang menyebabkan kelemahan ekstrem ini,” ujar Sara Geurts

 

View this post on Instagram

 

“She wasn’t born herself she found herself over a long and treacherous road and the more treacherous the road became the more of herself she loved.” πŸ’•πŸ’• β€’ β€’ β€’ β€’ Photographer πŸ“Έ – @brianaberglund MUA/HAIR STYLIST/CO-DIRECTOR – @lunaglow.makeup Lashes – @lillylashes LOCATION – @radissonblumpls β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ β€’ #week #tbt #radissonblu #photography #instaphoto #influencer #love #doyou #photoshoot #ehlersdanlossyndrome #effyourbeautystandards #inmyskiniwin #loveyourbody #loveyourlines #selflove #beyou #bebeautiful #blessed #happy #inspire #embrace #beauty #model #real #ilovemybody #bodypositive #goodvibesonly #perfectlyimperfect #thisisme #beautiful

A post shared by Sara Geurts (@sarageurts) on

Pada usia 6 atau 7 tahun, Sara Geurts pertama kali mulai menyadari bahwa kulitnya merenggang dan awalnya dianggap sebagai sesuatu yang hebat. Anak-anak di lingkungannya berpikir bahwa Sara Geurts keren, karena kulitnya dapat merenggang dan pada usia 8 atau 10 tahun, Sara Geurts baru didiagnosis menderita penyakit tersebut

Selama usia remaja, Sara Geurts menyadari kondisi kulitnya dan menyembunyikannya di pakaian lengan panjang, bahkan pada saat musim panas hingga ia berusia 20-an, dimana Sara Geurts mulai mendapatkan kepercayaan diri, tidak hanya dalam menunjukkan tubuhya, namun juga menyayanginya

Sara Geurts dan Bri Berglund terus melanjutkan pemotretan bersama, namun dengan kesehatan Sara Geurts yang terus menurun tersebut membuat jadwal rutin pemotretan mereka menjadi sulit

Musim dingin merupakan yang tersulit bagi Sara Geurts, dimana ia harus mendatangi perawatan darurat sendiri dan sayangnya, yang ia kunjungi bukanlah spesialis Ehlers Danlos Syndrome (EDS)

Berat badan Sara Geurts juga menurun drastis dan hal tersebut membuat banyak orang khawatir

Saya rasa itulah di mana ide GoFundMe dimulai dalam hal mencari tahu spesialis apa yang butuh kami temui,” tutur Sara Geurts

Melalui GoFundMe, Sara Geurts akhirnya dapat memperoleh spesiais Ehlers Danlos Syndrome (EDS) di Minneapolis, namun tidak demikian dengan ongkos pengobatannya, dimana Ehlers Danlos Syndrome (EDS) menemukan kemungkinan besar adanya gastroparesis serta penyakit aktivasi sel massa atau penyakit lainnya

Intinya, perjalanan Sara Geurts masih panjang untuk menjalani tes dan spesialis apa yang harus ia temui. Demi alasan karier dan kesehatan Sara Geurts, mereka berdua mempertimbangkan untuk pindah ke Los Angeles




Babah Bor

Salah seorang pengamen yang juga menjadi salah seorang penulis artikel di blog Rudy Haryanto (blog yang dimiliki Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS) dan juga website One Indonesia Satu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: