Komika Ini Kritisi Krisis Kru di Tengah Mekarnya Industri Perfilman

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, sutradara, penulis naskah sekaligus komedian Ernest Prakasa mengkritisi kurangnya tenaga kerja di industri perfilman, dimana topik tersebut diangkat dalam cuitan berantai di Twitter sekaligus memaparkan alasan menggandeng sutradara dan penulis debut untuk film Ghost Writer

Dalam cuitan berantai Ernest Prakasa tersebut, beliau menilai bahwa tiga tahun belakangan perfilman Indonesia sangat subur serta banjir investor dan hal tersebut menjadi titik balik masa lalu ketika para sineas dengan jumlah pekerja cukup bersusah payah mencari investor

Dulu, problem terbesar filmmaker adalah mencari investor. Sekarang, investor menyerbu perfilman Indonesia, kita tidak lagi kekurangan pemodal. Masalahnya, yang MENGERJAKAN film-nya siapa? Yup, sekarang ini, perfilman kita tengah mengalami krisis CREW.” tulis Ernest Prakasa pada hari Kamis tanggal 30 Mei 2019 pukul 08:09 WIB




Pekerja perfilman yang dimaksud ialah sineas di lingkaran perfilman seperti penata artistik serta penata kamera dan menilai, ada hambatan regenerasi tenaga kerja di dunia perfilman

“Crew” disini maknanya luas, mulai dari sutradara sampai ke per departemen seperti kamera, artistik, dan lain-lain. Ini masalah serius. Kita nggak cukup cepat meregenerasi orang untuk merespon pertumbuhan industri.” cuit Ernest Prakasa pada tanggal 30 Mei 2019 pukul 08:58 WIB

Belakangan, Ernest Prakasa mulai menggelar kelas menulis naskah skenario di beberapa kota dan buah dari kelas menulis tersebut dituangkan dalam film Ghost Writer yang menggunakan naskah dari Nonny Boenawan (salah seorang peserta kelas menulis Ernest Prakasa)

Kesempatan tersebut juga digunakan Ernest Prakasa untuk memulai debut Bene Dion sebagai sutradara film setelah sebelumnya, Bene Dion ikut menyutradarai beberapa episode serial Cek Toko Sebelah yang tayang melalui platform streaming film dan juga menulis naskah untuk film Suzzanna Bernapas dalam Kubur dan Warkop DKI Reborn

Gua pikir, kenapa enggak sekalian menjadikan ini proyek yang bukan hanya memberi ruang bagi penulis debutan, tapi juga sutradara,” cuit Ernest Prakasa

Sebagai info tambahan, pada bulan April 2028 Joko Anwar turut mengkritisi SDM perfilman di Indonesia

Tak jauh berbeda dengan Ernest Prakasa, Joko Anwar mengkritisi tenaga film, tidak hanya kekurangan dari segi kuantitas, namun juga perlu diperhatikan kualitasnya

Joko Anwar juga memberi saran kepada pembuat film agar tidak asal dalam membuat film, sementara Indonesia menjadi pusat perhatian.

Kabar kekurangan kru film tersebut juga telah sampai ke telinga Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2018 dan beliau menyarankan agar SMK sekaligus prasarana dan tenaga pendidiknya perlu dikembangkan




Advent Setiawan

Ketua Ketua KAMI RAYA (Komunitas Anak Muda Indonesia RAYA) dan juga rekan seperjuangan Rudy Haryanto waktu sama-sama menjadi relawan Teman Ahok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: