PMII Rayon Tali Jagad Unusida Wani Sobo Panti Asuhan Bonek Sidoarjo

   Send article as PDF   

SIDOARJO, oneindonesiasatu.com – Berjiwa Sosialis memang sangat penting bagi kita semua umat manusia. Yang terpenting juga bagi kita para kader pergerakan, dimana kita sebagai kader pergerakan juga peduli pada masyarakat sekitar.

Ketua PMII Rayon Tali Jagad Unusida Rahmad Salam mengatakan, kita sebagai umat manusia juga saling membutuhkan satu sama lain, harus saling mengasihi dan peduli satu sama lainnya. Karena kita tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, karena kita adalah makhluk sosial.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tali Jagad Komisariat Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusid), memiliki jiwa sosialis yang sangat tinggi kepada masyarakat sekitar.

“Maka dari itu, kami dari warga Pergerakan menjalin silaturrahmi serta peduli Kasih terhadap adik-adik Yayasan Panti Asuhan Bonek Sidoarjo,” ucapnya. Jumat, (31/5/2019).

Dan mengajak mereka untuk belajar bersama serta berbuka puasa bersama di Panti Asuhan Bonek, Desa Cemeng Bakalan, Kec. Sidoarjo, Kab. Sidoarjo.

Dengan kegiatan seperti ini kita selaku Kader PMII akan turut mensukseskan pembangunan dan tetap menjalin silaturahim serta hubungan baik dengan pihak panti asuhan Bonek ini.

“Dan saya yakin anak-anak, adik-adik kita semua mereka adalah calon pemimpin di masa datang untuk menjadikan indonesia lebih baik,” terang Rahmad.

Hadir pada acara ini, Eko selaku Ketua Yayasan Panti Asuhan Bonek Sidoarjo yang memiliki tekad keberanian yang sangat kuat untuk mendirikan Panti Asuhan Bonek Sidoarjo.

Beberapa lapisan masyarakat memang menyatakan Bonek sebutan komunitas pendukung Persebaya adalah komunitas yang rusuh, dan sering menciptakan kemacetan di jalan raya.

“Tetapi, dengan pemikiran bersama bapak Eko dan rekan-rekannya memiliki inisiatif untuk mendirikan sebuah yayasan dimana pada saat itu Persebaya dimatikan oleh PSSI,” ungkapnya.

Senada dengan Rahmad, Eko mengatakan, kita dan teman SPJ mengadakan santunan dari berbagai kota sebelum persebaya bertanding di wilayah atau kota tersebut sebagai salah satu permintaan restu agar PERSEBAYA Bisa di tarik kembali terhadap PSSI.

Dengan merubah mindset ataupun stigma masyarakat terhadap Bonek, maka berdirilah sebuah yayasan tersebut dengan asupan dana dari berbagai lini baik komunitas ataupun masyarakat sekitar.

“Yayasan didirikan bukan lain atau tak lain adalah sebagai gerakan penghapusan stigma masyarakat terhadap bonek,” tegas Eko.

Dengan adanya PMII, harapan Eko selaku Ketua Yayasan Bonek adalah sebagai corong bagi kita semua terhadap masyarakat.

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Lintang Songo Unusida Siti Nur Aini, berpesan pada kita semua, khususnya para Kader PMII, kegiatan sosial adalah salah satu kegiatan yang mulia.

“Maka dari itu, organisasi PMII tidak luput dari yang namanya sosial, nilai-nilai pergerakan untuk diterapkan dan dilaksanakan untuk kaum-kaum yang membutuhkan. Bergeraklah! Realisasikanlah!” pungkas Aini. (ari)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: