Mahasiswa Universitas Negeri Malang Meneliti Tingkat Eksistensi Tradisi Ritual Grebeg Suro

   Send article as PDF   

MALANG, oneindonesiasatu.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam melestarikan budaya salah satunya tradisi ritual Grebeg Suro berhasil dipotret oleh tim PKM Universits Negeri Malang (UM).

Beberapa hal yang dilakukan pemerintah yakni dengan aktif melibatkan pemuda Ponorogo dalam acara Grebeg Suro seperti keikutsertaan remaja dalam festival reog.

Tak hanya itu, pengenalan budaya juga dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti ekstrakulikuler di sekolah baik sekolah menengah Pertama atau SMA sederajad.

Hal ini diungkapkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)Sosial Humaniora UM. Tim ini terdiri dari Istikharotul Khoirun Nisa’, Elis Sri Kusumawati, Eka Ari Widayanti dengan dosen pembimbing Yuswanti Ariani Wirahayu.

“Ekstrakulikuler reog dan budaya Ponorogo lainnya sudah dimasukkan dalam kegiatan disekolah, sehingga wajib bagi anak-anak disana untuk belajar dan kenal akan budaya daerah mereka,” ungkap Istikharotul Khoirun Nisa’.

Secara umum, tradisi ritual Grebeg Suro ini terdiri dari beberapa rangkaian acara seperti festival reog, pawai lintas budaya, kirab pusaka, larung sesaji dan risalah do’a. Keberadaan tradisi Ritual Grebeg Suro membuat budaya Ponorogo dikenal mulai tingkat nasional maupun di kancah internasional.

“Tradisi Ritual Grebeg Suro yang berada di Ponorogo ini sudah sangat terkenal dan banyak diminati sampai ke manca negara,” tegasnya.

Berdasarkan hal itulah penulis tertarik untuk meneliti budaya tersebut dengan mengambil judul” Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Ritual Grebeg Suro di Ponorogo”. Berbagai upaya juga sudah dilakukan oleh Pemerintah Ponorogo untuk menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.

Salah satu cara sederhana yang dilakukan yakni melibatkan pelajar mulai SD-SMA dalam festival reog mini, melibatkan remaja dalam pawai lintas budaya sampai larungan sesaji sehingga dengan begitu dengan sendirinya akan muncul rasa cinta terhadap budaya daerah dalam diri pemuda Ponorogo.

Dalam penelitian ini, peneliti membahas mengenai persepsi masyarakat terhadap tradisi ritual grebeg suro ditinjau dari konstruksi sosial. Menurut masyarakat sekitar, Tradisi ritual Grebeg Suro merupakan bentuk wujud syukur masyarakat Ponorogo kepada Yuhan Ynag Maha Esa. Selain itu masyarakat juga percaya akan terjadi malapetaka apabila tidak dilaksanakan tradisi tersebut.

Sumber : Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Sosial Humaniora Universitas Negeri Malang :

Yuswanti Ariani Wirahayu (Pembimbing)

Istikharotul Khoirun Nisa’ (Ketua)

Elis Sri Kusumawati (anggota)

Eka Ari Widayanti (anggota)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: