Penelitian Tradisi Grebeg Suro, Stimulus Baru dalam Pendidikan Karakter Bangsa

   Send article as PDF   

MALANG, oneindonesiasatu.com – Menyambut bulan 1 Suro atau 1 Muharram dibanyak daerah memiliki tradisi yang unik dan menarik untuk diketahui. Misalnya saja di Ponorogo, tradisi menyambut 1 Suro ditandai dengan dilaksanakan tradisi ritual Grebeg Suro. Pelaksanaan perayaan Grebeg Suro merupakan peristiwa penting bagi masyarakat Ponorogo.

Selain sebagai sebagai ukuran perkembangan seni budaya, Perayaan Grebeg Suro tersebut juga merupakan indikator kepedulian Pemerintah Kabupaten Ponorogo terhadap persoalan sosial ekonomi dan budaya masyarakat Ponorogo.

Kegiatannya Grebeg Suro ini terdiri dari beberapa rangkaian, mulai dari : kesenian dan tradisi yang mempertunjukan kesenian reog dengan model festival yang diikuti oleh berbagai masyarakat Ponorogo mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Selanjutnya, kegiatan Pawai Lintas Sejarah yang menggunakan pakaian adat jawa, Kirab Pusaka (memandikan keris dengan bunga), dan Larungan Sesaji yang dilaksanakan di Telaga Ngebel serta risalah do’a yang meliputi pengajian dan istighosah di Telaga Ngebel.

Keunikan tradisi Grebeg Suro yang ada di Ponorogo yakni 1) Menampilkan budaya-budaya daerah Ponorogo, yang tak kalah yakni budaya Reog Ponorogo yang sudah menjadi icon dari Kota Ponorogo. 2) Melibatkan lebih banyak pemuda Ponorogo, hal ini bertujuan agar generasi muda memiliki rasa cinta terhadap budaya Ponorogo sejak dini, 3) Memiliki tema berbeda setiap tahun, 3) Terdapat acara keagamaan seperti pengajian dan istighosah bersama.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa UM yang terdiri dari Istikharotul Khoirun Nisa’ (ketua), Elis Sri Kusumawati (anggota), Eka Ari Widayanti (anggota) dengan Dosen Pembimbing Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si berupaya untuk mengkaji lebih jauh nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ritual Grebeg Suro.

Hasilnya diketahui bahwa tradisi ritual Grebeg Suro memiliki lima nilai seperti menumbuhkan karakter terhadap mencintai kebudayaan lokal, Religi, Nilai luhur seperti gotong-royong dan toleransi, menjaga lingkungan serta pelestarian kebudayaan.

Beberapa pemaknaan tercermin dalam perilaku kehidupan masyarakat Ponorogo yang mensakralkan Telaga Ngebel sehingga keasrian Telaga Ngebel tetap terjaga dengan baik.

Selain itu juga tercermin pada sikap masyarakat Ponorogo yang mencintai kebudayaa lokal, yang dibuktikan dengan antusias masyarakat Ponorogo mulai dari pemuda sampai sesepuh dalam acara Grebeg Suro yang tinggi. Pola inilah membentuk karakter tersendiri antara masyarakat Ponorogo dengan masyarakat luar Ponorogo.

Tim PKM Sosial Humaniora Universitas Negeri Malang (UM) berharap, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangsih bagi pendidikan karakter bangsa. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi ritual Grebeg Suro diharapkan dapat memberikan stimulus baru dalam pendidikan karakter bangsa.

Sumber : Desy Suryani (Jurusan Geografi), Danang Abdurrahman (Jurusan Geografi), Ahmad Hanif Priyono (Jurusan Geografi), Muhammad Rizal Rusdiansyah (Jurusan Teknik Informatika), dan Muhamad Andi Andriansyah (Jurusan Seni Rupa)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: