Penyerapan APBD Kota Malang

   Send article as PDF   

SIDOARJO, oneindonesiasatu.com – Penyerapan APBD Kota Malang sampai 12 Maret 2018 mencapai Rp. 159,719 miliar atau 7,79 % dari target penyerapan sepanjang tahun ini yang sebesar Rp. 2,061 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Malang Sapto Prapto Santoso mengatakan, bila dibandingkan dengan realisasi penyerapan anggaran periode yang sama tahun lalu, maka kinerja tahun ini lebih baik.

“Ini karena ada peringatan dari pimpinan. Intinya, kalau ada Organisasi Perangkat Daerah (OPN) yang lambat dalam penyerapan anggaran, maka usulan di Perubahan APBD tidak akan disetujui,” katanya di Malang.

Kebijakan tersebut, kata dia, berdampak pada OPD untuk segera melaksanakan program serta menyerap anggaran sesuai dengan jadwal penyerapan triwulan I/2018.

Disiplin OPD lebih baik. realisasi penyerapan anggaran pada periode yang sama di 2017, mencapai Rp. 145,599 miliar atau 6,93 % dari target belanja sebesar Rp. 2,1 triliun.

Belanja langsung sampai 12 Maret 2018, mencapai Rp. 29,256 miliar atau 2,56 % bila dibandingkan target belanja langsung di 2018 yang sebesar Rp. 1,141 triliun. Belanja tidak langsung, mencapai Rp. 130,462 miliar atau 14,18 % dari target yang sebesar Rp. 919,754 miliar.

Sedangkan realisasi pendapatan mencapai 13,69 % atau Rp. 268,662 miliar dari dari target Rp. 1,962 triliun. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sbesar Rp. 83 miliar atau 17,08 % dari target penerimaan sebesar Rp. 486,330 miliar.

Sedangkan realisasi belanja langsung di periode yang sama tahun lalu, mencapai 2,53 % atau Rp. 30,959  miliar dari target sebesar Rp. 1,221 triliun.

Dia berharap, dengan semakin disiplinnya OPD dalam melaksanakan program yang ditandai dengan tepat waktu, maka penyerapan anggaran minimal bisa mencapai 90 % di tahun ini.

Terkait kebijakan pemerintah yang menunda dan memangkas alokasi dana alokasi umum bagi Pemda yang belum menyampaikan informasi keuangan daerah, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menegaskan, kebijakan tersebut tidak berdampak pada Kota Malang.

Sumber : Firda Anggi Prianka – Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)

 

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: