Sengketa Lahan Meningkat di Kalimantan Timur

   Send article as PDF   

SIDOARJO, oneindonesiasatu.com – Sengketa lahan yang terjadi saat ini meningkat dengan seiringnya banyak perusahan tambang dan perkebunan 10 tahun terakhir di kabupaten Kutai Barat provinsi Kalimantar Timur.

Timbul permasalahan tidak hanya berbenturan sesama masyarakat, tetapi juga dengan manajemen-manejemen perusahaan tambang dan perkebunan. Permasalahan yang terjadi harus dapat diatasi dengan cepat dan tepat.

Akibat dari permasalahan yang terjadi Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kutai Barat, Idrus Alaydrus menyampaikan bahwa,  persoalan saling klaim kepemilikan lahan ini memang sering terjadi di berbagai kalangan daerah. Dengan itu diperlukan solusi agar permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik-baik.

“Jika ada seorang mengklaim bahwa tanah miliknya atas dasar bukti-bukti yang tertuang pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah,” ujarnya.

Seseorang yang mengakui atas kepemilikan tanah tersebut harus dapat memperlihatkan salah bukti yaitu surat penyataan penguasaan fisik bidang tanah.

“Dengan begitu yang menjadi persoalan masyarakat hanya berdasarkan pada peninggalan nenek moyang. Sehingga hal tersebut menimbukan adanya sengketa lahan,” tambahnya.

Selain itu faktor permasalahan yang terjadi dilihat dari kurangnya pemahaman masyarakat Kalimantan Timur itu sendiri tentang persyaratan kepengurusan kepemilikan tanah. Yang terjadi beberapa masyarakat saling klaim atas tanah tersebut.

Jika diantara kedua belah pihak masih saling klaim, maka kami memberikan mediasi. Diharapkan permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan.

Sumber : Firda Anggi Prianka – Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: