Tim Dosen Prodi S2 Manajemen Pascasarjana Unesa Lakukan Pengabdian di Magetan

   Send article as PDF   

MAGETAN, oneindonesiasatu.com –Tim Dosen Program Studi (Prodi) S2 Manajemen Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang diketuai oleh Musdholifah, dan beranggotakan Dewie Tri Wijayati, Sri Setyo Iriani, Ulil Hartono, dan Achmad Kautsar.

Bersama segenap civitas Pascasarjana Unesa melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ke Kabupaten Magetan Jawa Timur dengan judul, “Pelatihan Pembelajaran Kelas Online pada Guru SMA di Kabupaten Magetan”.

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik Unesa Bambang Yulianto, dengan penyampaian pentingnya kerjasama antara Universitas Negeri Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Magetan.

Selain itu, Unesa siap menerima calon mahasiswa yang berasal dari Magetan dengan program studi yang mayoritas terakreditasi “A”.

Sambutan berikutnya disampaikan Direktur Pascasarjana Unesa Edy Mintarto, dengan perkenalan seluruh civitas akademika Pascasarjana dan pengenalan program studi yang ada di Pascasarjana Unesa.

Kegiatan PKM Prodi S2 Manajemen dihadiri oleh 23 Guru SMA yang mengampu pelajaran Ekonomi/ Akuntansi di Kabupaten Magetan dan sekitarnya.

Materi pertama PKM yang pertama disampaikan oleh Ketua PKM mengenai pengenalan Program Studi S2 Manajemen.

Materi kedua disampaikan oleh Dewie Tri Wijayati, mengenai motivasi pembelajaran online membahas mengenai peran Guru pada Industri 4.0.

Revolusi Industri yang ditandai dengan kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, cloud computing, sistem big data, rekayasa genetika dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

“Untuk mewujudkan siswa yang memiliki keterampilan di era Industri 4.0, maka gurunya pun harus memahami dan memiliki kompetensi tersebut,” ujarnya. Sabtu, (27/7/2019).

Ada 3 aspek penting dalam kompetensi di era Industri 4.0 ini, kata Dewie, yaitu: (1) Karakter, karakter yang dimaksud dalam kompetensi di era Industri 4.0 terdiri dari karakter yang bersifat akhlak (jujur, amanah, sopan santun dll) dan karakter kinerja (kerja keras, tanggung jawab, disiplin, gigih dll).

(2) Keterampilan, keterampilan yang perlu dimiliki oleh guru masa kini untuk menghadapi peserta didik di era Industri 4.0 antara lain kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.

(3) Literasi, kompetensi di era Industri 4.0 mengharuskan guru melek dalam berbagai bidang. Setidaknya mampu menguasai literasi dasar seperti literasi finansial, literasi digital, literasi sains, literasi kewarnegaraan dan kebudayaan.

Materi yang ketiga disampaikan oleh Sri Setyo Iriani mengenai bagaimana guru SMA di Magetan memanfaatkan perkembangan Industri 4.0 untuk mencetak lulusan yang mampu berwirausaha online.

Jiwa wirausaha ditandai dengan adanya komitmen pribadi untuk dapat mandiri, mencapai sesuatu yang diinginkan, menghindari ketergantungan pada orang lain, agar lebih produktif dan untuk memaksimalkan potensi diri. (diprogram, ditulis, ucapan dan tindakan).

“Dorongan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dapat berasal dari lingkungan pergaulan, salah satunya juga bisa berasal dari gurunya,” ungkap Iriani.

Materi utama kegiatan ini disampaikan oleh Ulil Hartono dan Achmad Kautsar, mengenai pembuatan kelas online dengan media google classroom.

Ulil mengatakan, classroom merupakan layanan online gratis untuk institusi pendidikan, lembaga non-profit, dan siapa pun yang memiliki Akun Google. Google Classroom memudahkan peserta pembelajaran dan pengajar agar tetap terhubung, baik di dalam maupun di luar kelas.

“Google Classroom adalah platform pembelajaran campuran yang dikembangkan oleh Google untuk institusi pendidikan yang bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian dan penetapan tugas dengan cara tanpa kertas,” tebar Ulil.

Senada dengan Ulil, Kautsar menyatakan bahwa, Google Classroom menggabungkan Google Drive untuk pembuatan tugas dan distribusi file atau dokumen, Google Dokumen, Spreadsheet, dan Slide untuk menulis, Gmail untuk komunikasi, dan Google Kalender untuk penjadwalan, dan penelusuran Google untuk membantu proyek institusi pendidikan.

“Peserta pembelajaran dapat diajak ke kelas melalui database institusi, melalui kode pribadi, atau secara otomatis diimpor dari domain institusi pendidikan,” beber Kautsar.

Luaran dari kegiatan ini adalah guru-guru SMA di Kabupaten Magetan khususnya yang mengampu pelajaran ekonomi atau akuntansi dapat mempraktikkan materi yang disampaikan narasumber.

Menurut Dientje, Guru SMAN 1 Magetan mengatakan bahwa, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada saat ini. (ari)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: