Redakan Ketegangan, Mahasiswa Papua di Tangsel Imbau Lakukan 3 Hal Ini

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersaama, sejumlah mahasiswa asal Papua yang sedang menimba ilmu di beberapa kampus di wilayah Kota Tangerang Selatan proaktif dalam menyikapi kondisi terkini yang terjadi di wilayah Manokwari dan sekitarnya, menyusul pergolakan massa yang terjadi di sejumlah pusat Kota Manokwari, Papua Barat pada hari Senin 19 Agustus 2019 yang berimbas pada dibakarnya Gedung DPRD Manokwari dan juga penutupan jalan-jalan utama

Perkumpulan mahasiswa Papua di Kota Tangsel, yaitu Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua Jaya Wijaya (Kosapmaja), mendesak agar pihak terkait mengambil langkah cepat guna meredakan ketegangan, baik di Papua ataupun kota lainnya, seperti Surabaya dan Malang, Jawa Timur

Kita semua tahu, gejolak ini muncul setelah meluasnya isu berbau rasis yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Kota Surabaya, sebelumnya juga di Malang. Hal ini harus diluruskan agar masyarakat di Papua sana tidak terpancing,” ungkap Sekretaris Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua Jaya Wijaya (Kosapmaja) Fajar Cuan di Ciputat Timur, Tangerang Selatan




Fajar Cuan mengungkapkan bahwa setidaknya ada tiga hal yang harus segera dilakukan guna meredam gejolak yang terjadi, yaitu:

1) Menyelidiki siapa oknum yang diduga melontarkan kalimat-kalimat rasis saat pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

2) Memberikan kebebasan berekspresi kepada mahasiswa atau masyarakat Papua di seluruh wilayah Indonesia

3) Aparat keamanan, Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan daerah lain turut menjamin pula atas keamanan masyarakat Papua di wilayahnya

Tiga hal itu harus segera dilakukan, dan dijamin bahwa benar-benar terlaksana di lapangan. Sehingga, kita masyarakat Papua, khususnya mahasiswa, menjadi lebih tenang. Saya pikir semua pihak punya andil untuk menjaga ketertiban dan persatuan bangsa,” ucap Fajar Cuan

Fajar Cuan menceritakan bahwa sepengetahuan beliau, hubungan antara mahasiwa Papua di perantauan dengan warga sekitar cukup hangat, sebagaimana dialami dirinya selama mengenyam bangku kuliah di Kampus UIN Jakarta

Jadi menurut saya, tudingan soal bendera merah putih yang dijatuhkan itu tak jelas dasarnya, karena tidak ada bukti. Harusnya tuduhan itu tidak dijadikan alasan memperkusi teman-teman kami di Surabaya. Kita sudah membuktikan, jika di sini harmonis saja, membaur dengan warga. Kita berharap semua pihak bisa menahan diri, jangan terpengaruh dengan isu di luar sana. Tapi di sisi lain, pihak terkait harus menjalankan tiga tuntutan kami itu sebagai mahasiswa Papua,” terang Fajar Cuan

Sebagai info tambahan, Komunitas Santri Pelajar dan Mahasiswa Muslim Papua Jaya Wijaya (Kosapmaja) sendiri dan berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kampus UIN Jakarta pada hari Selasa tanggal 20 Agustus 2019 guna meredam gejolak isu yang kian meluas di Papua




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: