Terkait Polemik KPAI dan PB Djarum, Inilah Pernyataan Resmi Ketum RJB Indonesia

   Send article as PDF   

Audisi badminton PB Djarum memang benar ada merek sebuah rokok. Namun dia memandang rokok dan persoalan audisi badminton PB Djarum merupakan hal yang berbeda

Satu sisi betul di situ adalah rokok, tapi di satu sisi di sini adalah pembibitan terhadap anak bangsa kita untuk berprestasi mengharumkan nama bangsa

Logo rokok dikatakan KPAI eksploitasi anak, dimananya ? Kita tarik benang merahnya apakah ada di UU Perlindungan Anak, atau KPAI hanya mengarang untuk sebuah kepentingan ?




Terkait eksploitasi, agaknya klaim KPAI terhadap audisi bulutangkis yang berlangsung terlalu berlebihan. Jika mengadakan kegiatan yang melibatkan anak-anak disebut eksploitasi, maka akan ada sangat banyak agenda yang pantas kita sebut eksploitasi, mulai dari kontes menyanyi, kontes memasak, hingga kontes ceramah yang menjadikan anak-anak sebagai pesertanya

Bahkan, sekadar informasi saja, kelompok idola JKT48 yang terkenal itu juga memiliki banyak anggota yang masih berusia di bawah umur

Selama ini KPAI selalu menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Di sana memang disebutkan larangan pemberian sponsor oleh perusahaan rokok terhadap berbagai agenda. Kalaupun mau, tidak boleh menampilkan logo atau brand image

Yang tidak berhasil dipahami oleh KPAI beserta para pendukungnya adalah, PB Djarum dan Djarum Foundation bukanlah perusahaan rokok. Mereka adalah entitas yang berbeda dengan PT Djarum sebagai perusahaan rokok atau Djarum Super sebagai sebuah merek. Jadi penggunaan nama dan logo pada atribut yang digunakan pada audisi bulutangkis tidak bisa dianggap sebagai promosi rokok, karena memang yang dilarang oleh PP 109/2012 adalah penggunaan merek dagang dan logo produk tembakau, dan terutama upaya promo produk tembakau

Hal ini sudah dijelaskan pada Pasal 36 ayat 1 yang berbunyi: Setiap orang yang memproduksi dan/atau mengimpor Produk Tembakau yang mensponsori suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan hanya dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

tidak menggunakan nama merek dagang dan logo Produk Tembakau termasuk brand image Produk Tembakau; dan tidak bertujuan untuk mempromosikan Produk Tembakau

Dengan begitu, sudah jelas kalau audisi bulutangkis dari PB Djarum dan Djarum Foundation bukanlah agenda yang melanggar hukum, mengingat atribut yang digunakan oleh peserta adalah logo dan brand image dari yayasan dan klub olahraga serta, pada agenda itu, sama sekali tidak ada upaya mengenalkan rokok pada anak-anak

Beda hal jika kemudian yang menyelenggarkan audisi bulutangkis tersebut adalah PT Djarum atau Djarum Super, ataupun jika keduanya hanya memberikan bantuan sebagai bentuk CSR lengkap dengan atribut dan logo mereka. Yang begini baru bisa dianggap melanggar

Pemikiran Komisioner KPAI Siti Hikmawati tentang anggapan jika anak-anak yang ikut audisi bakal merokok ke depannya karena rasa terima kasih adalah sesuatu yang bodoh

Sekadar mengingatkan, setelah seleksi atlet, mereka yang lolos sama sekali tidak diperbolehkan merokok oleh klub PB Djarum. Jika ada yang ketahuan merokok, mereka bakal dipecat oleh klub

Terkait PB Djarum yang melarang atletnya merokok ini adalah pernyataan dari legenda bulutangkis Indonesia Hariyanto Arbi. Menurutnya, dari masa sang raja smash Liem Swie King hingga sekarang, ada aturan dari PB Djarum yang melarang atletnya merokok. Jika ada yang melanggar ya bisa dikeluarkan

Alur berpikir KPAI yang sebenarnya cacat secara hukum dan logikanya berantakan

#KPAICacatHukum

Silvia D. Soembarto

Ketua Umum RJB Indonesia




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

One thought on “Terkait Polemik KPAI dan PB Djarum, Inilah Pernyataan Resmi Ketum RJB Indonesia

  • 10 September 2019 at 21:17
    Permalink

    sdh bnyak olaraga d bantu PB Djarum untuk mengharumkan INDONESIA knp baru sekarang d masalakan ada apa gerangan sm KPAI brpikir hrs cerdas kapan INDONESIA bisa MAJU klu sll mencari cari jangan lah benar d salahkan yg SALAH D benarkan sudah br puluh tahun baru skr buat yg negatip thadap PB JARUM

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: