Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Ninoy Karundeng

   Send article as PDF   

JAKARTA – Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) menyatakan dukungan dan apresiasi kepada Polri yang telah bertindak cepat dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang kepada pegiat media sosial Ninoy Karundeng

Ketua Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) Arbie Haman menyatakan bahwa segala bentuk penganiayaan yang dilakukan oleh oknum maupun ormas terhadap pihak lain yang berbeda pandangan/pendapat politik merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD’45 yang adalah pedoman berbangsa dan bernegara




Polri telah bertindak cepat dan tegas dalam meresponi kasus ini, kami mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya setiap tindakan lanjutan yang akan dilakukan Polri. Jika nanti terbukti, maka oknum ataupun ormas yang bertanggungjawab atas kejadian ini harus diberi sanksi yang sepadan. Hal ini sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Indonesia, bahwa upaya-upaya memaksakan kehendak dengan kekerasan adalah hal yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa yaitu toleransi dan musyawarah. Perbedaan pandangan dan tafsir keyakinan dari tiap-tiap warga negara adalah sebuah keniscayaan, namun memaksakan tafsir dan argumen tertentu secara sepihak itu tidak dibenarkan. Apalagi hingga melakukan penganiayaan terhadap orang lain, jelas dilarang oleh ketentuan yang berlaku di Indonesia sebagai negara hukum. AMPP tidak ingin memberikan komentar soal argumen-argumen menyangkut agama yang diutarakan di dalam video yang beredar di media sosial tersebut. Itu bukan ranah kami, biarlah tokoh-tokoh dan ahli-ahli agama yang memiliki kompetensi di bidang tersebut memberikan tanggapan. Kami fokus terhadap dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap yang berbeda pandangan, karena hal-hal tersebut merupakan wujud nyata tindakan intoleransi dalam bentuk kekerasan fisik dan verbal,” jelas Arbie Haman

Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Ninoy Karundeng

Ninoy Karundeng (Pegiat Media Sosial) dalam video dugaan penganiayaan yang beredar di media sosial

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) Pricillia Kathrine menyatakan bahwa visi Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP) adalah mengkampanyekan toleransi dan kerukunan hubungan lintas kepercayaan di Indonesia

Maka sebagai anak bangsa, kami memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan merawat toleransi dan kerukunan dalam bingkai kebhinnekaan di Indonesia. Menanggapi kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng, kita kembali lagi ke Pancasila dan UUD ’45. Toleransi, saling menghargai, kemanusiaan yang adil dan beradab, semua nilai-nilai ini lah yang kita pegang sebagai anak bangsa. Kami tidak mengenal saudara Ninoy, ataupun terafiliasi dengannya. Kami juga tidak selalu memiliki pandangan yang sama dengan isi tulisan-tulisan beliau. Perbedaan itu hal biasa. Mereka yang tidak siap menghadapi perbedaan artinya tidak siap untuk hidup di Indonesia,” tegas Pricillia Kathrine




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: