Hima Ilmu Komunikasi Unesa Gelar Talkshow Nasional Angkat Isu Agama di Ruang Publik

   Send article as PDF   

SURABAYA, oneindonesiasatu.com – Agama menjadi sebuah dogma yang dijalankan setiap individu di berbagai dunia sebagai pedoman dalam hidup, agama juga mengajarkan setiap individu untuk berkelakuan baik dan bersikap toleran terhadap siapapun yang berbeda disekitarnya, namun agama saat-saat ini sedang hangatnya menjadi permasalahan di ruang publik.

Permasalahan agama dalam ruang publik saat ini masih menjadi isu yang timbul tenggelam. Guna merefleksikan agama dalam ruang publik dengan mengukur sejauh mana permasalahan ini, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Hima Ilkom Unesa) menyelenggarakan acara Talkshow Nasional Commsion (Commers Discussion) dengan mengangkat tema “Refleksi Agama di Ruang Publik : Tantangan Menuju Pluralisme” yang bertempat di Gedung Aula Dekanat I8 Lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya.

Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta ini turut mengundang Zainul Hamdi, selaku Dosen Perbandingan Agama UIN Surabaya, dan Yuska Harimurti selaku Presidium Jaringan Gusdurian Jawa Timur sebagai narasumber pada talkshow ini.

Menurut Riky Rakhmadani, selaku Ketua Pelaksana mengatakan, dalam talkshow ini, tidak hanya ajang diskusi mengenai toleransi agama, namun juga mengulas tentang bagaimana kita mampu mereflesikan agama di ruang publik tanpa adanya perselisihan serta tetap menjunjung persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa yang terlahir memiki perbedaan di setiap individu.

“Saya kira banyak konsep pemahaman agama pada tataran teologi yang berbeda, baik agama islam maupun agama lain sehingga memiliki pemahaman yang berbeda dalam menafsir setiap ajaran yang telah diturunkan, namun pemahaman agama ini dalam ruang publik perlu direfleksikan kembali agar kita tau seberapa jauh mengenai konsep pluralisme itu,” ucapnya saat ditemui di lokasi acara. Jumat, (18/10/2019).

Mengangkat tema refleksi agama di ruang publik ini cukup menarik perhatian para peserta yang hadir. Hal ini terlihat saat mereka mengatakan bahwa acara ini bagus dan mematik kekritisan para mahasiswa dalam menanggapi isu-isu agama yang semakin mencuat belakangan ini.

Salah satu narasumber, yang sekaligus Dosen Perbandingan Agama UIN Surabaya, Zainul Hamdi sempat mengungkapkan ada yang perlu dipahami dalam hal ini, bahwa religion beliefitu berbeda dimana kepercayaan adalah suatu yang privasi dan tidak boleh di intervensi pihak manapun.

Sedangkan agama adalah identitas yang melekat pada diri seseorang  yang mengaku dirinya bertuhan. Saat agama di bawa ke ruang publik tanpa adanya penempatan yang baik, maka akan rusak kebebasan ruang publik itu. “Setidak setuju apapun kita dengan orang lain, bukan berarti dia bukan orang baik dan kita adalah yang suci dan mampu menentukan dosa seseorang sehingga dia masuk surga atau tidak,” ujarnya.

Dalam talkshow Commsion ini juga mendapat apresiasi oleh beberapa dosen. Hal ini terlihat saat Kaprodi Ilmu Komunikasi Unesa Danang Tandyonomanu memberikan sambutan yang mengatakan bahwa baru kali ini mahasiswa mengadakan diskusi mengenai isu agama, yang jarang dilaksanakan.

“Awalnya saya cukup terkejut saat ada mahasiswa yang mengundang saya untuk memberikan sambutan dan menceritakan acaranya bagaimana, saya berfikir bahwa ada kemajuan di mahasiswa sudah berani mulai mengadakan diskusi mengenai permasalahan agama yang biasanya hanya berputar-putar mengenai sosial politik saja,” tutur Danang.

Tidak ada agama yang saling menghancurkan, lanjut Danang, tidak ada agama yang saling membenci orang lain, kecuali agama yang dioknumi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dalam closing statementnya, lelaki yang biasa di panggil mas Inung itu mengatakan, sepantasnya perbedaan dimaknai sebagai perekat bukan justru sebagai sekat. “Jangan mudah menghakimi seakan kita adalah yang paling suci. Perlu diingat, emas adalah emas meski itu keluar dari mulut anjing,” tegas Danang. (ari)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: