HMI Syaeko UIN Malang Gelar Seminar Nasional hadapi Bonus Demografis 2030

   Send article as PDF   

MALANG, oneindonesiasatu.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah-Ekonomi (Syaeko) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan Nasional dengan tema “Semangat Wirausaha Muda dalam Merespon Fenomena Bonus Demografis 2030”.

Acara yang dihadiri 110 peserta tersebut mengundang Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang, Ahmad Rukmianto, dan Director of ngalup.co Coworking Space, Andina Paramita Sari.

Fenomena bonus demografis merupakan kondisi dimana jumlah penduduk usia produktif mencapai puncaknya pada tahun 2030. Menurut Badan Statistik Nasional (BPS), kategori usia produktif yaitu usia 15 sampai 65 tahun, sedangkan usia non-produktif yaitu usia 15 tahun ke bawah dan usia 65 tahun ke atas.

Fadhil Muhammad, Ketua Pelaksana menganalogikan bahwa, fenomena bonus demografis ini ibarat pisau bermata dua, bisa menjadi ancaman atau peluang. Ia berpendapat harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah. “Apakah kita akan terjun di dunia kerja atau dunia wirausaha?” tegas Fadhil pada keterangan tertulisnya. Sabtu, (28/09/2019).

Salah satu peserta dari Jurusan Perbankan Syariah, Nikma Putri mengatakan, ia tertarik dengan dunia wirausaha. Menurutnya, ketertarikan itulah yang melatar belakangi untuk mengikuti seminar ini “tertarik dengan dunia usaha, jadi saya ikut seminar ini,” jelas Nikma. (ari)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: