GENERASI OPTIMIS INDONESIA KOBARKAN API GERAKAN BUMIKAN PANCASILA

   Send article as PDF   

Sebagaimans telah diketahui bersama, seruan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) kepada para pemuda-pemudi Indonesia agar berada di barisan terdepan dalam ikhtiar membumikan Pancasila mendapat respons positif dari Generasi Optimis (GO) Indonesia

Ajakan Bambang Soesatyo (Bamsoet) agar generasi muda menghadirkan nilai-nilai dan keutamaan Pancasila dalam aktivitas sehari-hari pun mendapat apresiasi dari salah satu organisasi pemuda terbesar di Indonesia tersebut

Sekretaris Jendral (Sekjen) Generasi Optimis (GO) Indonesia Tigor Mulo Horas Sinaga mengaku bahwa seruan Bambang Soesatyo (Bamsoet) tersebut merupakan tanggapan atas kebutuhan mendesak negeri ini

Di saat yang sama, Tigor Mulo Horas Sinaga pun tak membantah Ketua MPR tersebut yang menyatakan bahwa usaha untuk membumikan Pancasila bukannya tanpa tantangan

Seperti yang Pak Bamsoet katakan, memang ada tantangan-tantangan dalam ikhtiar membumikan Pancasila. Pertama, untuk mengerti konsep dasar Pancasila saja, sekarang ini masyarakat mengalami degradasi waktu pembelajaran Pancasila,” ungkap Tigor Mulo Horas Sinaga di Jakarta pada hari Rabu tanggal 30 Oktober 2019




Menurut Tigor Mulo Horas Sinaga, hal tersebut mempersulit generasi milenial untuk mengenal, mencintai dan menghidupi Pancasila

Jika jam pelajaran Pancasila di sekolah kurang, bagaimana anak-anak dan adik-adik kita bisa memahami Pancasila ? Jika mereka tidak paham, bagaimana mereka bisa cinta ? Jika tidak cinta, bagaimana bisa menghidupinya ?” tegas Tigor Mulo Horas Sinaga

Tantangan kedua, menurut lulusan Pendidikan Kesadaran Bela Negara Kementrian Pertahanan RI tersebut, adalah derasnya arus globalisasi yang mengakibatkan generasi muda lebih rentan terhadap serangan ideologi dari negara-negara asing

Kondisi ini mengikis ketahanan ideologi Pancasila dalam relung sanubari anak-anak dan adik-adik kita. Maka dari itu situasi ini perlu disikapi dengan menambah jam pelajaran Pancasila dengan gaya mengajar yang kreatif dari para pendidik di sekolah,” saran Tigor Mulo Horas Sinaga

Pemerhati intelijen dan politik tersebut menambahkan bahwa hingga saat ini pemerintah masih menghadapi tantangan dalam membumikan ideologi Pancasila, sehingga pendidikan merupakan sarana ujung tombak yang niscaya dapat dipakai dalam ikhtiar menginkarnasikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat sehari-hari

Pancasila dan Agama

Menurut Tigor Mulo Horas Sinaga, dalam kehidupan sehari-hari sebagai umat beragama, sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sudah selayaknya menjaga keharmonisan di antara para pemeluk agama di Indonesia

Bagi saya sederhana saja, kamu, aku, kita sama-sama ber-Tuhan menurut iman dan kepercayaan masing-masing, saling menghormati dan mengasihi sesama manusia ciptaan-Nya, maka itu sudah menjadi implementasi konkret dari penghayatan terhadap sila pertama dari Pancasila. Pancasila tidak bertentangan dengan agama apapun yang diakui resmi di Indonesia. Pancasila justru merupakan pancaran sinar yang indah dari ajaran agama-agama bagi bangsa Indonesia yang plural. Pancasila itu cocok dengan karakter bangsa kita yang percaya akan Tuhan. Mustahil jika ada pihak-pihak yang mengaku beragama dan Pancasilais tapi di saat yang sama ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang lain. Itu serigala berbulu domba namanya,” jelas pria yang juga konsultan politik di GO Research & Consulting tersebut

Bagi Tigor Mulo Horas Sinaga, membumikan Pancasila harus dimulai dengan kesadaran bahwa setiap warga negara wajib menghormati orang lain, walaupun berbeda suku, agama, ras dan antar golongan

Kesadaran tersebut perlu diimplementasikan dengan sikap saling menghargai satu sama lain dan memanusiakan manusia yang lain secara pantas

Nilai-nilai Pancasila merupakan aplikasi praktis ajaran agama terkait hubungan antarsesama manusia sebagai sebuah bangsa. Pancasila juga bisa kita lihat sebagai perasan saripati ajaran agama-agama yang ada di Indonesia, yang mendorong setiap orang hidup harmonis dengan orang-orang lainnya. Hal ini perlu terus diajarkan sejak dini di sekolah-sekolah maupun di keluarga. Perlu partisipasi aktif para guru dan para pemuka agama dalam ikhtiar inkarnasi nilai Pancasila di tanah Nusantara. Generasi Optimis Indonesia dengan ini menyatakan siap kobarkan api semangat pembumian Pancasila di Indonesia, terutama di antara generasi muda penerus bangsa. Siapapun boleh bergabung dengan kami,” tutup Tigor Mulo Horas Sinaga

#Bumikan Pancasila
#Bamsoet
#TigorMuloHorasSinaga




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: