IPKEMINDO menuju SDM Unggul dan Indonesia Maju

   Send article as PDF   

Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul terus-menerus digaungkanoleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), dimana hal tersebut dilatarbelakangi oleh besarnya jumlah penduduk Indonesia yang diprediksi mencapai 270 juta jiwa pada tahun 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS)

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyadari pentingnya pembangunan petugas Pemasyarakatan, khususnya Pembimbing Kemasyarakatan yang unggul

Dengan semangat tersebut, Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyelenggarakan Seminar Nasional Peran dan Pembimbing Kemasyarakatan dan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan pada hari Kamis-Jumat tanggal 07-08 November 2019 di Merlynn Park Hotel Jakarta yang diikuti oleh Pembimbing Kemasyarakatan, mahasiswa, praktisi peradilan pidana, pengamat serta peneliti PEmasyarakatan dan juga stakeholder

Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami yang juga menjadi keynote speaker dalam seminar tersebut

Pemasyarakatan memiliki SDM yang besar, seperti jumlah Pembimbing Kemasyarakatan yang besar. Mereka memiliki peran yang sangat strategis,tidak hanya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, namun lebih luas pada sistem peradilan pidana. Ini menjadi kekuatan kita,” ungkap Sri Puguh Budi Utami




Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) perempuan pertama tersebut juga menjelaskan bahwa pembangunan petugas Pemasyarakatan yang unggul, khususnya Pembimbing Kemayarakatan, menjadi penting untuk membangun birokrasi yang melayani. Dalam Revitalisasi Penyelenggaraan Pemayarakatan, Pembimbing Kemayarakatan (PK) hadir sejak seseorang ditahan hingga menjalani pembinaan sebagai narapidana, baik di dalam maupun di luar Lembaga Pemasyarakatan (lapas)

Kita harus menguatkan peran PK agar menjadi SDM unggul untuk memastikan berjalannya Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Pembangunan PK menjadi SDM Unggul akan berdampak pada dihasilkannya Warga Binaan Pemasyarakatan yang unggul, produktif,” jelas Sri Puguh Budi Utami

Seminar tersebut diselenggarakan dalam dua sesi, dimana dalam sesi pertama, para peserta mengikuti pembahasan mengenai Peran Pembimbing Pemasyarakatan dalam Revitalisasi Penyelenggaran Pemasyarakatan yang juga menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Deputi Bidang Kelembagaan, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Deputi Bidang Manajemen Kepegawaian Nasional serta Deputi Bidang Hukum dan Perundangan Sekretariat Negara

Sementara itu, dalam sesi kedua, para peserta mengikuti pembahasan mengenai Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Penanganan Narapidana Kasus Narkotika dan Terorisme yang juga menghadirkan narasumber Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional serta Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penganggulangan Terorisme

Seminar Nasional tersebut juga dirangkaikan dengan lokakarya yang diselenggarakan selama dua hari dan menghadirkan jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan

Lokakarya tersebut akan mengulas tentang penyusunan karya tulis ilmiah di bidang Bimbingan Kemasyarakatan, peran PK dalam penilaian perubahan perilaku dan pemenuhan hak klien, peran PK dalam pra Rehabilitasi dan pasca Rehabilitasi bagi narapidana, pengembangan karir jabatan fungsional PK dan Sistem Database Pemasyarakatan sebagai penujang profesionalisme PK serta pelaksanaan tugas dan fungsi PK dalam sistem Peradilan Pidana




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: