Lawan Korupsi Dan Atasi Intoleransi Itu Cara Keren Peringati Hari Pahlawan

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, Hari Pahlawan 2019 merupakan momen yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk merenungkan kembali arti sebagai anak bangsa yang berbakti bagi Ibu Pertiwi Indonesia

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jendral Generasi Optimis (GO) Indonesia Tigor Mulo Horas Sinaga di Jakarta pada tanggal 10 November 2019

Pahlawan berasal dari Bahasa Sansekerta, phala-wan yang merujuk pada orang menghasilkan buah phala berkualitas bagi bangsa, negara, dan agamanya. Atau 英雄 yingxiong dalam bahasa Mandarin. Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, dia berjuang dengan gagah berani,” tegas Tigor Mulo Horas Sinaga




Kepada wartawan, Tigor Mulo Horas Sinaga mengajak pemerintah dan masyarakat untuk menghidupi semangat kepahlawanan di era post-milenial ini

Bung Karno, Bung Hatta, Sam Ratu Langie, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sisingamangaraja XII, Kapiten Pattimura, Patih Jelantik, dan semua pahlawan bangsa ini telah berjuang pada zamannya masing-masing. Semua demi Ibu Pertiwi. Bagaimana dengan kita sekarang ?” ujar Tigor Mulo Horas Sinaga dengan berapi-api

Menurut Tigor Mulo Horas Sinaga, masing-masing pahlawan telah berjuang dalam melawan masalah pada konteks zamannya sendiri. Pemerhati intelijen tersebut melihat pada masa kini masalah yang menjadi ancaman bagi Republik ini adalah korupsi serta intoleransi dan kondisi tersebut harus diperangi oleh anak bangsa pada masa kini

Melawan Korupsi

Sejak ratusan tahun lalu korupsi dan suap telah menjadi masalah klasik yang tak mudah diatasi, bahkan Pangeran Diponegoro sampai menampar Patih Danurejo IV yang korup dengan selop

Melawan korupsi itu tak mudah, karena berkaitan erat dengan kebutuhan dasar manusia dan sinful nature atau sifat keberdosaan manusia,” tutur Tigor Mulo Horas Sinaga

Tigor Mulo Horas Sinaga menyebutkan bahwa secara natur manusia telah cenderung kepada kejahatan, sehingga jika banyak pejabat tersangkut masalah korupsi, itu karena “sinful nature

Oleh sebab itu perlu ada sistem yang kuat untuk menekan praktik korupsi. Berikan hukuman yang berdampak efek jera. Termasuk miskinkan para terpidana korupsi,” tegas Tigor Mulo Horas Sinaga

Melawan korupsi harus dengan tekad kuat, ikhtiar yang sungguh-sungguh, dan sistem hukum yang ketat

Mengatasi Intoleransi

Menurut Tigor Mulo Horas Sinaga, tingginya praktik intoleransi akhir-akhir ini harus segera diatasi mulai dari dunia pendidikan

Pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi sudah disusupi gerakan intoleransi. Karena itu Generasi Optimis Indonesia mendukung Presiden Jokowi memaksimalkan Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, dan eleme-elemen lain yang terkait untuk mengatasi praktik intoleransi,” beber Tigor Mulo Horas Sinaga

Masalah ekonomi juga niscaya menjadi pemicu intoleransi dan ketidakadilan ekonomi serta timpangnya pembangunan perlu segera diatasi oleh pemerintah

Menjadi pahlawan di masa kini adalah dengan melawan semua musuh dalam konteks zaman post-milenial ini. Generasi Optimis Indonesia mengucapkan selamat menghayati Hari Pahlawan, dan semoga banyak pahlawan gagah berani zaman ini yang berjuang bagi Ibu Pertiwi,” tutup Tigor Mulo Horas Sinaga

#TigorMuloHorasSinaga
#HariPahlawan
#MelawanKorupsi
#MengatasiIntoleransi




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: