Diskusi Aktivis BEM Nusantara Wilayah Jatim di Surabaya : Kawal UU KPK dan RKUHP

   Send article as PDF   

SURABAYA, oneindonesiasatu.com – Seiring dengan akan dilaksanakannya Pra Temu BEM Nusantara, Aktivis mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara (BemNus) Wilayah Jawa Timur (Jatim) mengadakan diskusi pergerakan mahasiswa khususnya di wilayah Surabaya dengan menyikapi isu-isu aktual seperti revisi UU KPK dan kebijakan Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin

Diskusi Tersebut dihadiri aktivis mahasiswa BEM Nusantara Wilayah Jatim, yakni M. Satria Artha Wahab (Presidium Nasional Ikatan Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Indonesia), Cahya Nugeraha Robimadin (Presiden Mahasiswa Unesa dan Kordinator BemNus Jatim), Diky Rudiyanto (Wakil Presiden Mahasiswa Unesa), M. Ikbal (LDMI HMI Cabang Surabaya), Hongky (Presiden Mahasiswa Uinsa), Abraham Luhukay (Menlu BEM Ubhara), Dimas (Wakil Presiden Mahasiswa Untag Surabaya), Eko Pratama (Presiden Mahasiswa UWK Surabaya & Koordinator Aliansi BEM Surabaya), Refra (Presiden Mahasiswa STAIL), dan Mochammad Iqbal Yusuf (Menlu UMSurabaya).

Dalam diskusi tersebut para aktivis yang hadir menyampaikan beberapa pandangannya terhadap kondisi bangsa saat ini, yang kemudian dihimpun oleh M. Satria, menerangkan bahwa, mahasiswa yang tergabung pada BEM Nusantara akan mengadakan pertemuan nasional yang dikemas dalam ‘Pra-Temu BEM Nusantara’, di Universitas Islam Bandung, yang diselengarakan dimulai pada 25 November 2019.

“Mahasiswa akan mengambil langkah berkaitan dengan UU KPK dan RUU KUHP. Langkah tersebut diantaranya adalah legislative review, judicial review, dan mendorong Presiden segera bersikap untuk mengeluarkan Perppu,” tegas Satria di Warung Kopi Green Force,  Surabaya. Kamis, (14/11/2019) malam hari.

Lanjut Satria, mahasiswa siap melakukan dialog bersama dengan pihak DPR RI untuk membahas terkait legislative review .
Satria juga menambahkan, mahasiswa siap melakukan dialog bersama dengan pihak eksekutif, dalam hal ini diharapkan Presiden untuk segera mengeluarkan Perppu.

“Mahasiswa akan mendukung penuh pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden jika melaksanakan kebijakan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat,” lugas Menpolhukam BEM Unesa tersebut.

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: