Rapat SC Program INOVASI : Implementasi Program di Jatim dalam Meningkatkan Mutu Belajar Siswa

   Send article as PDF   

SURABAYA, oneindonesiasatu.com – Rapat Koordinasi Komite Pengarah Program atau yang dikenal Steering Committee (SC) Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Provinsi Jawa Timur hari ini diselengarakan di Gedung Bina Loka, Pemerintah Provinsi Jatim untuk membahas perkembangan, hasil dan dampak dari implementasi program INOVASI selama tahun 2019. Berbagai program rintisan INOVASI sejak tahun 2018, telah diimplementasikan di 5 (lima) kabupaten / kota di Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran siswa kelas awal di Jawa Timur, terutama dalam hal pembelajaran literasi dan numerasi (calistung) di kelas awal, pembelajaran kelas rangkap (multigrade), kepemimpinan yang mendukung pembelajaran (leadership), dan pendidikan inklusif.

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran siswa jenjang pendidikan dasar di Provinsi Jawa Timur, maka inovasi pembelajaran oleh guru penting dilakukan guna meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi (calistung) siswa yang tergolong masih di bawah rata-rata nasional. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengimplementasikan program INOVASI di 5 kabupaten / kota, yakni: Kab Sumenep, Kab Sidoarjo, Kab Pasuruan, Kab Probolinggo, dan Kota Batu. INOVASI sendiri merupakan program kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia yang berfokus menemukan cara-cara yang bisa meningkatkan hasil belajar literasi dan numerasi siswa. Kolaborasi berbagai pihak melalui pelaksanaan program INOVASI di 5 kabupaten / kota telah menghasilkan sejumlah perubahan yang menjanjikan, baik itu di tingkat sekolah maupun kabupaten.

Rapat koordinasi untuk membahas perkembangan program secara lebih lanjut ini rencananya dipimpin dan dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Timur yaitu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur,  Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, jajaran pemerintahan dan kelembagaan tingkat provinsi Jawa Timur, para Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari 10 kabupaten kota, Bappeda dari 10 kabupaten / kota, Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan tim INOVASI. INOVASI juga mengundang mitra kerjasama INOVASI dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan yakni: Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Nahdatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Bina Nusantara Jakarta (BINUS), dan LSM Kolaborasi Literasi Bermakna. INOVASI menggandeng 2 organisasi Islam besar di Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas sekolah Islam di Indonesia yakni: LP Ma’arif NU dan Muhammadiyah. Kegiatan ini dihadiri oleh Moch. Abduh, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; dan Suyitno, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama.

Program Director INOVASI, Mark Heyward, mengatakan, di tahun 2019 ini, berbagai program rintisan INOVASI telah dan sedang dilaksanakan di Jawa Timur, termasuk yang dilaksanakan oleh berbagai LSM, organisasi Islam, dan LPTK mitra. Program-program tersebut menyasar berbagai program pendidikan seperti literasi, numerasi, leadership, pembelajaran kelas rangkap, dan pendidikan inklusi yang memang menjadi prioritas yang perlu diatasi di masing-masing kabupaten / kota. Penting bagi kita menjalin kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kami pun telah melihat perubahan positif setelah program diimplementasikan, termasuk dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengajar pada guru di sekolah-sekolah dampingan INOVASI,” ujarnya pada keterangan tertulisnya. Rabu, (04/12/2019).

Sebagai program kemitraan di bidang pendidikan, INOVASI berupaya mendorong peningkatan dan akselerasi mutu pendidikan di Indonesia, seperti yang selama ini dilaksanakan di Jawa Timur. Atas kerja sama dan dukungan mitra-mitra INOVASI, termasuk para pemangku kebijakan tingkat pusat serta provinsi dan kabupaten/kota, pelaksanaan program pun dapat terlaksana dengan baik. Dukungan pemangku kepentingan pemerintah pun nampak dari skala kebijakan hingga penganggaran.

Rapat koordinasi ini juga digunakan untuk melakukan evaluasi dalam rangka mencapai suatu kerangka keberlanjutan program, selain juga menjadi wadah diseminasi praktik-praktik baik di tingkat kelas, sekolah, maupun gugus yang telah terbukti memberi dampak positif dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan-terutama dalam hal pembelajaran literasi, numerasi, dan inklusif.

“Program INOVASI fase pertama di Jawa Timur telah berlangsung sejak 2018. Telah banyak capaian di bidang literasi, numerasi, leadership, pembelajaran kelas rangkap, dan pendidikan inklusi sebagai fokus utama program. Sebagian di antaranya telah ditindaklanjuti secara mandiri oleh pemerintah kabupaten dan provinsi. Melalui SC meeting ini, makna strategis yang ingin dicapai adalah pentingnya upaya meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar kabupaten dan provinsi dalam rangka mewujudkan kesetaraan pendidikan bagi seluruh anak didik di Jawa Timur,” ucap Silvana Erlina, Provincial Manager INOVASI di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Puspendik Kemendikbud RI, Moch. Abduh mengatakan, ia berharap Jawa Timur bisa menjadi barometer pendidikan di Indonesia. Karena Jawa Timur memiliki potensi pelaksana pendidikan & guru dengan kualitas terbaik di Indonesia. (ari)

Arianto Goder

Mahasiswa semester 9 UNESA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: