Ini Aktivitas yang Harus Dihindari Selama PSBB di DKI Jakarta

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, ada sejumlah aktivitas yang dibatasi dan dilarang selama pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam rangka Penanganan Covid-19

Dalam konferensi pers pada hari Selasa tanggal 07 April 2020, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan kegiatan atau aktifitas yang tidak diperbolehkan selama pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), diantaranya:




1) Kegiatan sekolah masih diliburkan

Selama tiga pekan, DKI Jakarta telah melaksanakan pembatasan kegiatan belajar mengajar, dimana kegiatan belajar mengajar di sekolah masih ditiadakan selama pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

2) Pembatasan jam operasional transportasi umum

Jam operasional transportasi umum sekaligus jumlah penumpang akan dibatasi, mulai dari pukul 06:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB dan berlaku untuk semua kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta, seperti Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta

3) Penghentian kegiatan peribadatan

Penghentian kegiatan peribadatan di rumah-rumah ibadat juga akan dilakukan selama pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta

4) Penutupan fasilitas umum

Semua fasilutas umum masih ditutup selama pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, baik fasilitas umum hiburan milik pemerintah maupun milik masyarakat, diantaranya taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olahraga, museum, Monas dan juga Ancol

5) Tidak boleh ada resepsi pernikahan dan perayaan khitanan

Kegiatan sosial budaya juga akan dibatasi, dimana pernikahan tidak di larang, namun dilakukan di kantor urusan agama (KUA) dan resepsi ditiadakan

Kegiatan kegiatan perayaan lainnya, seperti perayaan khitanan, juga dibatasi

6) Work From Home (WFH) masih diberlakukan, kecuali 8 sektor di bawah ini:

a. Sektor kesehatan

b. Sektor pangan, makanan dan minuman

c. Sektor energi, sepeti air, listrik gas dan juga pompa bensin

d. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi maupun media komunikasi

e. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal

f. Kegiatan logistik distribusi barang

g. Kebutuhan keseharian dan retail, seperti warung dan toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga

h. Sektor industri strategis yang ada di kawasan Ibu Kota

7) Tidak boleh ada kerumunan lebih dari 5 orang

8) Kegiatan organisasi sosial yang terkait dengan penanganan wabah virus Corona dapat terus berkegiatan seperti biasa, seperti lembaga-lembaga pengelola zakat, lembaga pengelola bantuan sosial ataupun NGO di bidang kesehatan

Akan ada tindakan penertiban bagi warga yang masih berkerumunan lebih dari lima orang, dengan melibatkan kepolisian dan kegiatan patroli yang akan ditingkatkan selama pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: