Dampak Wabah Corona, Ini Besar Gaji Direksi Garuda Setelah Dipotong 50 Persen

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memotong gaji direksi, komisaris hingga seluruh staf dan karyawan untuk mempertahankan kelangsungan bisnis, di tengah kelesuan industri penerbangan yang terdampak oleh wabah virus Corona (Covid-19), sebagaimana tertuang di dalam Surat Edaran Nomor JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay terkait Kondisi Pandemi COVID-19

Pemotongan gaji tersebut bervariasi sesuai jabatan, yaitu:

1) Komisaris dan Direksi dipotong 50 persen

2) Vice President, Captain hingga Flight Service Manager dipotong 30 persen

3) Senior Manager dipotong 25 persen

4) Flight attendant, expert dan manager dipotong 20 persen

5) Duty manager dan Supervisor dipotong 15 persen

6) Staf dipotong 10 persen




Dikonfirmasi mengenai pemotongan gaji, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa potongan gaji tersebut memang terasa berat bagi semua pihak

Meski demikian, Irfan Setiaputra menyatakan bahwa pemotongan gaji tersebut merupakan opsi terbaik yang dapat diambil oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di tengah wabah virus Corona (Covid-19), sehingga membuat kinerja operasional tertekan akibat banyak penerbangan ditutup

Langkah pemotongan gaji pegawai tersebut diberlakukan untuk memastikan business sustainability perusahaan tetap terjaga ditengah tekanan kinerja industri penerbangan dunia yang disebabkan oleh pandemi COVID-19,” ucap Irfan Setiaputra

Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan yang mendalam atas kondisi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), namun beliau percaya PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dapat dan akan terus bertahan melewati masa yang kurang menguntungkan bagi industri penerbangan, sehingga kembali siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan operasional secara optimal kedepannya

Sebagai national flag carrier, Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus beroperasi menunjang kebutuhan masyarakat, baik layanan logistik maupun operasional penerbangan, sehingga Garuda Indonesia harus mempertimbangkan berbagai hal untuk memastikan perusahaan tetap berkinerja dengan maksimal

Dapat kami pastikan pemotongan gaji ini bersifat penundaan, perusahaan akan mengembalikan akumulasi pemotongan pada saat kondisi memungkinkan, sejalan dengan performa kinerja Perusahaan kedepannya. Adapun untuk kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) tetap akan kami berikan sesuai aturan yang berlaku,” tutup Irfan Setiaputra

Lantas, berapa gaji Direksi Garuda Indonesia setelah dipotong 50 persen ?

Mengutip laporan keuangan tahunan Garuda Indonesia tahun 2018, remunerasi atau gaji untuk delapan orang Direksi saat itu mencapai US$ 2,145,575 stau sekitar Rp 30,03 miliar per tahun (kurs sast itu US$ 1 = Rp 14.000,-)

Jika total besaran gaji tersebut dibagi delapan orang Direksi, dalam satu tahun, rata-rata gaji Direksi Garuda Indonesia mencapai Rp 3,7 miliar atau Rp 308 juta per bulan

Dengan pemotongan gaji sebesar 50 persen, masing-masing Direksi Garuda Indonesia akan menerima gaji bulan April 2020 hanya sebesar Rp 154 juta dan pemotongan tersebut berlangsung selama tiga bulan (hingga bulan Juni 2020)




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: