Negara Yang Satu Ini Terancam Hilang dari Peta Dunia akibat Virus Corona

   Send article as PDF   

Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia internasional, dimana belum lama ini PBB menyatakan bahwa wabah virus Corona (Covid-19) dapat dapat berdampak kehancuran di Yaman setelah negara tersebut mengalami kehancuran akibat perang saudara selama enam tahun

Jean-Nicolas Beuze (Kepala Badan Pengungsi PBB untuk Yaman) mengingatkan bahwa dampak yang ditimbulkan oleh virus Corona (Covid-19) dapat berakibat fatal di Yaman dan juga menjelaskan bahwa jumlah dugaan kasus COVID-19 di Yaman tampaknya berlipat ganda dengan cepat

Jean-Nicolas Beuze juga mengingatkan lembaga-lembaga bantuan internasional dipaksa untuk meninggalkan program-program penting karena wabah virus Corona (Covid-19)

Saat ini Yaman mengalami kekurangan peralatan pengujian dan sumber daya yang berarti jumlah kematian dan jumlah kasus virus Corona (Covid-19) tidak akurat

Virus Corona bisa jadi seperti jerami yang akan mematahkan punggung unta di Yaman. Sangat sulit bagi otoritas kesehatan masyarakat meskipun semua upaya telah mereka lakukan untuk melacak penyebaran virus Corona. Kami tidak memiliki cukup tes. Setengah dari fasilitas kesehatan telah hancur oleh konflik yang terjadi selama lima tahun. Orang-orang meninggal karena banyak penyebab lainnya juga, seperti demam berdarah, malaria, kolera,” jelas Jean-Nicolas Beuze kepada Sky News

Negara Yang Satu Ini Terancam Hilang dari Peta Dunia akibat Virus Corona

Sumber: express.co.uk



Peringatan PBB datang dalam bentuk rekaman film yang dibuat oleh Sky News dan yang menunjukkan kuburan dem kuburan di sebelah selatan kota Aden

Pihak berwenang saat ini sedang berjuang untuk mengatasi meningkatnya jumlah kematian di Yaman, dimana banyak penyakit telah menjadi endemik di Yaman dan perang saudara selama bertahun-tahun telah menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal

Lebih dari 24 juta penduduk Yaman (80 persen dari populasi) membutuhkan bantuan kemanusiaan (menurut data terakhir)

Setengah dari fasilitas kesehatan di Yaman tidak berfungsi dan hampir seperempat distrik di negara tersebut tidak memiliki dokter sama sekali

Kami tahu bahwa kekebalan di kalangan penduduk sangat rendah. Kami berbicara di sini tentang orang-orang yang mungkin makan sekali sehari. Kami berbicara tentang anak-anak yang belum di vaksinasi. Kami berbicara tentang orang-orang yang telah meninggalkan rumah mereka karena rumah mereka dihancurkan atau dibombardir, sehingga mereka tidak memiliki mata pencaharian,” lanjut Jean-Nicolas Beuze

Jean-Nicolas Beuze juga mengungkapkan bahwa negara-negara yang menyumbangkan sumber daya telah diperas oleh wabah virus Corona (Covid-19) dan sekarang mereka memangkas dana mereka selama masa kritis tersebut

Semua mitra kemanusiaan di sini…kehilangan dana kritis. Sejumlah program penyelamatan oleh UNHCR akan ditutup dalam beberapa hari. Jadi kita akan meninggalkan 3,6 juta pengungsi lokal dan 280.000 pengungsi tanpa bantuan apapun. Ini adalah situasi hidup dan mati bagi mereka,” tambah Jean-Nicolas Beuze

Di sebelah selatan kota Aden, minggu lalu saja telah terjadi sekitar 500 kematian orang dengan gejala seperti virus Corona, menurut panitera kota

Sementara itu, salah satu insinyur peralatan medis, yaitu Luai Taha al Mahbashi, mengungkapkan ketakutannya mengenai seberapa besar tingkat kehancuran yang sebenarnya di Yaman

Beliau menjelaskan bagaimana dia mendaur ulang serpihan peralatan medis yang tidak ada habisnya dan menggunakannya kembali menjadi peralatan medis yang menyelamatkan jiwa

Ini akan menjadi bencana yang sangat besar bagi negara saya. Yaman akan dihapus dari peta di seluruh dunia. Situasinya benar-benar berbahaya,” ungkap Luai Taha al Mahbashi

Negara Yang Satu Ini Terancam Hilang dari Peta Dunia akibat Virus Corona

Sumber: express.co.uk

NB: Berita ini diterjemahkan secara bebas oleh Rudy Haryanto (Founder One Indonesia Satu, Kerygma Ministries dan WAG IDNEWS) dari berita berbahasa Inggris dengan judul “Coronavirus could WIPE this country from world map after years of civil war” menggunakan aplikasi Google Translate




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: