DAHSYAAAAAAAT !!! Jam 2 Pagi Bahar bin Smith Dijemput Polisi dan Kembali Ditahan

   Send article as PDF   

Sebagaimana telah diketahui bersama, pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2020 pukul 02:00 WIB mantan terpidana kasus kekerasan terhadap anak, yaitu Bahar bin Smith, kembali ditangkap polisi, karena Bahar bin Smith mengundang massa saat berceramah dan tidak mematuhi physical distancing pada hari dia keluar dari penjara (tepatnya pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2020)

Saat itu Bahar bin Smith dijemput oleh petugas Kementerian Hukum dan HAM dan didampingi oleh petugas kepolisian dari Polda Jawa Barat

Kabar penangkapan Bahar bin Smith tersebut dibenarkan oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif yang menyatakan bahwa Bahar bin Smith ditangkap pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2020

Ya benar, kembali ditangkap tadi sekitar pukul 02.00 WIB,” ungkap Slamet Maarif pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2020

Meski demikian, Slamet Maarif belum mau menjelaskan secara rinci mengapa Bahar bin Smith kembali ditangkap, walaupun baru bebas berkat asimilasi

Saya mau tanya ke pengacara pagi ini,” tutup Slamet Maarif




Sementara itu, Imam Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Habib Muchsin Alatas sempat mengunggah status berisi pesan singkat dari Bahar bin Smith terkait penangkapannya, dimana Bahar bin Smith mengaku bahwa dirinya menulis pesan singkat tersebut dalam perjalanan menuju lapas

Dalam pesan singkat tersebut, Bahar bin Smith mengaku bahwa dirinya dijemput pada pukul 02.00 WIB untuk kembali masuk tahanan, namun dia tidak dibawa ke Lapas Pondok Rajeg, Cibinong (tempat sebelumnya dia menjalani masa hukuman), melainkan ke Lapas Gunung Sindur

Karena ceramah saya waktu malam saya bebas,” kata Bahar lewat pesan singkat yang diunggah oleh Habib Muchsin Alatas

Di tempat terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Abdul Aris mengungkapkan bahwa suasana penjemputan Bahar bin Smith berlangsung sunyi dan tidak ada keramaian yang berpotensi melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Aman di sini, Alhamdulillah tidak ada murid-murid dia datang ramai-ramai gitu. Dan murni hanya pengacara ada tiga orang pakai baju putih dan satu orang pakai batik kemudian beberapa keluarganya dia, ada adiknya,” ungkap Abdul Aris

Sebagai info tambahan, Bahar bin Smith bebas dari tahanan dan dijemput oleh pengacara Aziz Yanuar dan Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif serta beberapa orang lainnya

Bahar bin Smith langsung menuju kediamannya di Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin yang berlokasi di kawasan Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Kedatangan Bahar bin Smith disambut oleh banyak orang, terutama para santri yang selama ini menuntut ilmu di Pondok Pesantren Tajul Aliwiyin tersebut, namun mereka yang menyambut Bahar bin Smith tersebut tidak mematuhi himbauan physical distancing di tengah wabah virus Corona (Covid-19), dimana tidak ada yang menjaga jarak satu dengan lainnya saat menyambut kedatangan Bahar bin Smith tersebut

Bahar bin Smith kemudian mendapat peringatan dari petugas pemasyarakatan, karena Bahar bin Smith langsung menggelar kegiatan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah bebas bersyarat lewat program asimilasi dan hal tersebut dinilai melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Setelah kejadian itu maka saya perintahkan petugas (pemasyarakatan) untuk menelepon yang bersangkutan. Mengingatkan bahwa bagaimana pencegahan Covid-19 saat masa PSBB, jadi tidak boleh mengumpulkan massa yang banyak,” jelas Abdul Aris pada hari Senin tanggal 18 Mei 2020, sebagaimana dikutip dari Antara

Abdul Aris mengaku bahwa pihaknya telah mengingatkan Bahar bin Smith agar tidak membuat kegiatan yang mengundang massa di pondok pesantrennya tersebut dan juga meminta agar Bahar bin Smith menghimbau para jemaahnya untuk turut membantu pencegahan wabah virus Corona (Covid-19)

Meski demikian, pada malam harinya, Bahar bin Smith justru menggelar kegiatan yang mengundang banyak orang dan menyampaikan ceramah di hadapan banyak orang yang jumlahnya lebih banyak lagi. Mereka yang datang tersebut tidak menjaga jarak satu sama lain




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: