Disiplin agar Tidak Muncul Klaster Baru

   Send article as PDF   

Lenteng Agung, Jakarta Selatan | Kasus Covid-19 di Indonesia masih bertambah; data terupdate pada Jumat, 22 Mei 2020 jam 12.00 WIB, bertanbah 634 kasus, sehingga sejak 2 Maret 2020, total di Indonesia menjadi 20.796, sembuh, 5057, dan meninggal 1.326 orang. Padahal, Pemerinta telah melakukan sejumlah langkah strategis dan penting dalam rangka memberantas Covid-19

Dengan kenaikkan kasus Covid-19 seperti itu, sejumlah pengamat, politisi, mantan pejabat, nitizen menjadi ramai di Dumay; sebagian besar dari antara mereka ‘menyalahkan‘ pemerintah. Mereka pun menyanyikan lagu nyinyir dengan irama fals. Betulkan suara mereka ? Apa betul pemerintah gagal dan patut disalahkan ?

Sebetulnya, siapa pun kita, anda atau pun saya, jika mau jujur, maka apa-apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memberantas Covid-19, sudah memadai bahkan lebih dari cukup

Cuma, penanganan terhadap Korban Covid-19 Non-kesehatan yang terlihat tertatih-tatih dan sangat tidak beres. Misalnya pembagian bantuan sosial tidak mencapai matriks yang ditetapkan yaitu Rp 600.000; juga sangat banyak orang yang tidak dapat




Kembali lagi pada, “Apa betul pemerintah gagal dan patut disalahkan dalam menangani Covid-19 ?” Ketika saya bertanya ke sejumlah teman secara virtual, umumnya jawaban mereka adalah “Pemerintah tidak gagal tapi sudah bertindak benar, tapi rakyat yang tidak disiplin dan mau bertindak sendiri, tidak peduli, serta seenaknya.” Sangat tepat, sesuai dugaan saya

Faktanya, salah satu kunci keberhasilan mengalahkan Covid-19 adalah disiplin. Disiplin pakai masker, jaga higinitas diri, ikuti trend pembatasan sosial, serta patuhi anjuran ataupun peraturan pemerintah dalam rangka membatasi ruang gerak corona. Lebih dari itu, disiplin harus dimulai dari diri sendiri; dan tularkan itu ke orang lain, komunitas, dan siapa pun. Hal seperti itu, tentang disiplin itulah, yang sering diulang-ulang oleh Presiden Joko Widodo

Selain itu, walaupun Pemerintah dan aparat keamanan sudah berulangkali melakukan anjuran, larangan, himbauan, bahkan mengeluarkan sejumlah regulasi, masih saja sejumlah orang-orang yang bandel, melanggar aturan, serta bertindak seenaknya sendiri

Selain itu, walaupun Pemerintah dan aparat keamanan sudah berulangkali melakukan anjuran, larangan, himbauan, bahkan mengeluarkan sejumlah regulasi, masih saja sejumlah orang-orang yang bandel, melanggar aturan, serta bertindak seenaknya sendiri

Lihat saja, tak sedikit yang mudik, tidak memakai masker, tidak mau dilarang, masih suka ngumpul dan bergerombol, bahkan melanggar protokol kesehatan, dan lain sebagainya. Semuanya, bisa dikatakan, (akan) menambah klaster baru penyebaran Covid-19

Dengan model ‘menciptakan klaster‘ baru tersebut, tidak menutup kemungkinan, orang Indonesia yang terpapar Covid-19, bisa atau bisa-bisa, mencapai jutaan kasus. Dan, jika hal itu terjadi, maka Rumah Sakit di Seluruh Indonesia tidak bisa menampung atau pun merawat korban-korban Covid-19, sebab, daya tampung RS di seluruh Indonesia hanya sekitar 600.000 pasien. Ini adalah prediksi yang menakutkan dan ditakutkan banyak pihak

Tentu, anda yang sementara baca tidak mau ‘kita sama-sama lenyap‘ karena Covid-19. So, disipinlah

Cukuplah

Artikel ini juga saya tulis dan terbitkan di Kompasiana dengan judul “Disiplin agar Tidak Muncul Klaster Baru




One Indonesia Satu

Website resmi One Indonesia Satu yang dimiliki Rudy Haryanto (Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Founder One Indonesia Satu dan WAG IDNEWS, praktisi blogging, Citizen Reporter Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Freelance Writer UC We-Media) dan penulis di Kompasiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: