GILAAAAAAA !!! Pria ini Mlendungi Anak Kandungnya

   Send article as PDF   

Senagaimana telah diketahui bersama, seorang pria berinisial RS (34) ditangkap polisi dengan tuduhan menggauli anak kandungnya (berinisial J) yang masih berusia 17 tahun hingga mlendung dua bulan.

Kasus tersebut terungkap setelah korban curiga dengan perutnya yang membesar dan mengalami gejala seperti orang mlendung, kemudian J mengadu ke ibunya dan memeriksakan perutnya ke bidan

Hasil pemeriksaan bidan menunjukkan bahwa J positif mlendung dua bulan dan setelah didesak, korban menceritakan kejadian yang dialaminya tersebut




Tak terima anaknya dimlendungi ayah kandungnya sendiri, ibu korban melaporkan kasus tersebut ke polisi dan akhirnya pelaku diringkus tanpa perlawanan

Di hadapan penyidik, RS mengungkapkan bahwa peristiwa memalukan tersebut berawal saat pelaku mengajak korban untuk menemani dirinya menyadap karet di kebunnya di Kecamatan Talang Ubi, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan pada Maret 2020

Saat itu RS sempat bertanya apakah J masih perawan atau tidak dan dijawab belum berhubungan badan dengan siapapun

Tak percaya dengan penuturan sang anak, RS membujuk anak kandungnya tersebut untuk membuktikan ucapannya. Permintaan pelaku ditolak dan korban melarikan diri karena ketakutan

Meski demikian, tangan korban berhasil ditarik RS dan terjadilah peristiwa memalukan tersebut. Pelaku kemudian mengulangi perbuatan memalukan tersebut di tempat yang sama pada hari Jumat tanggal 17 April 2020

Kapolres PALI AKBP Yudhi Suhariyadi mengungkapkan bahwa tersangka berdalih tidak mampu menahan nafsu melihat pertumbuhan anak kandungnya yang mulai beranjak dewasa. dan kemudian mengajak korban ke kebun serta berpura-pura menanyakan apakah korban masih perawan atau tidak

AKBP Yudhi Suhariyadi menambahkan bahwa RS menggauli anak kandungnya tersebut dua kali dan hasil pemeriksaan bidan menyatakan bahwa J telah mlendung dua bulan

RS dijerat dengan pasal 81 ayat (3) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara




Anonymous

Penulis yang tidak mau diketahui identitasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yuk kita ramai-ramai subscribe YouTube Channel One Indonesia Satu dengan meng klik tombol YouTube di bawah ini

%d bloggers like this: