TURUNKAN JOKOWI ? GAK LAH YAO…!!!

   Send article as PDF   

Katanya, Firehose Falsehood menghasilkan Trump sebagai presiden. Apa yang dipercaya dari berita buruk yang terus diulang dan kemudian menjadi kebenaran adalah tentang bagaimana Amerika menuai panenan atas benih yang ditanamnya

Tak ada yang tahu siapa sebenarnya penebar benih tersebut, namun Rusia pernah dituduh ada dibelakang itu

Benarkah ?

Adakah harapan dapat kita sandarkan pada pimpinan yang ngumpet saat dibutuhkan ? Menurut banyak media, Trump berada dalam bunker. Trump presiden dimana negara sedang kacau

Bukan tentang sedang berperang dengan negara lain sehingga alasan bahwa panglima tertinggi harus tetap hidup, namun ini tentang rakyatnya yang marah. Dia ngumpet dari rakyatnya sendiri

Apakah Trump adalah hasil dari benih kebohongan yang ditanam, tentu tak semudah itu menyatakannya. Namun apa yang dilakukan oleh Trump benar-benar bukan gambaran tentang bagaimana seorang pemimpin




Dengan mudah kita membandingkan teori yang sama terhadap munculnya pemimpin pada salah satu propinsi kita

Berita bohong yang terus dan terus digaungkan telah menendang gubernur baik, dan rakyat kemudian mendapat gubernur baru akibat tebaran benih semacam itu. Hasilnya ? Sebelas dua belas dengan gaya Trump

Narasi salah dan sedang terus digaungkan agar terlihat benar adalah tentang “Soeharto mundur dengan santun“. Tak sulit menebak kemana arah kalimat ini ditujukan

Opini seperti ini sedang terus digaungkan dan bukan ditujukan kepada Presiden Jokowi agar tahu diri dan mundur dengan sopan karena ada contoh. Bukan…!!! Ini ditujukan untuk rakyat banyak. Ini untuk membelokkan persepsi masyarakat

Soeharto mundur karena perintah MPR. Dulu, aturan hukum yang memilih, mengangkat dan memberhentikan seseorang sebagai Presiden adalah MPR

Harmoko sebagai Ketua MPR dimana MPR sebagai lembaga tertinggi negara sebelumnya telah memilih, dan mengangkat Soeharto sebagai Presiden, memintanya mundur tanggal 18 Mei 1998. Kemudian tanggal 21 Mei 1998 Soeharto mengumumkan kemundurannya

Narasi salah yang lain dan terus sedang dikejar tayang adalah pemakzulan Presiden yang diinisiasi oleh Din, Refly dan banyak mantan pecatan. Mereka ini hanya sedang ngambek karena faktor rejeki yang tak sampai

Memunculkan tokoh seolah dizolimi seperti Bahar Smith dan yang paling baru Ruslan Buton sebagai simbol perlawanan terus dilakukan demi seolah dari semua sudut, rasa bahwa rakyat sudah gelisah ingin dipanen

Semua tentang berita tak benar namun diulang dan terus diulang agar yang tak benarpun pada akhirnya menjadi benar karena sudah menjadi keseharian kita

Semua hanya demi tujuan utama kelompok tak puas terhadap pemerintahan Jokowi yakni, Presiden harus mundur

Berhasilkah ?

Rakyat Amerika boleh bodoh sehingga mereka termakan propaganda dan Trump terpilih sebagai Presiden dan kini mereka menyesalinya

Rakyat Indonesia ? Tidak semudah itu..!!! Kita terdidik sebagai petarung dan militan bagi Indonesia jaya. Kita berbeda

Mereka yang menginginkan Indonesia kacau adalah kaum yang jarak bermainnya sangat dekat namun bermimpi kejauhan. Kebutuhan dan keinginannya hanya selalu sejengkal jarak dari perut tapi khayalannya melampaui otak yang tak mereka manfaatkan

Emang gampang apa, bikin Presiden jatuh ? Ada banyak hal mustahil yang harus dilalui, apalagi bagi pemilik kapasitas otak yang sangat minim, sudah gitu, jarang banget dipakainya..!

Prosesnya sangat berat. Ingat, oposisi hanya tinggal PKS dan Partai Demokrat. Usulan pemakzulan langsung akan ditolak oleh DPR

Baru langkah pertama saja mereka sudah langsung jebeliding 😁

Pasal 7A UUD 1945 mengatur, presiden dapat diberhentikan oleh MPR atas usul DPR jika terbukti Presiden telah melanggar hukum

Apa itu ? Pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat, atau melakukan perbuatan tercela. Jokowi?? Hehe.., pasti ngigau disiang hari bila bisa buktiin…

Tidak hanya akan berhenti di DPR, tahapan berikutnya adalah ke Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa dan mengadili tindak pidana yang dilakukan presiden

Hanya ada tiga kemungkinan yang akan terjadi, usulan ditolak, tidak dapat diterima, dan terakhir mendengarkan pendapat DPR

Katakanlah MK ternyata menyatakan presiden melakukan tindak pidana, maka tahapan berikutnya adalah sidang MPR

Di MPR pun belum tentu juga bisa langsung diberhentikan. Bisa saja keputusan MK itu dianulir MPR. Pemakzulan presiden terganjal oleh syarat kuorum di DPR dan MPR yang diatur dalam Pasal 7B ayat 3 UUD 1945

Pengajuan pemakzulan di rapat paripurna DPR mensyaratkan harus mendapat dukungan dan dihadiri sekurang-kurangnya dua pertiga anggota

Syarat kuorum ini pun semakin berat jika nantinya pemakzulan Presiden dibawa ke sidang paripurna MPR

UUD 1945 mengatur pemberhentian presiden di sidang MPR hanya bisa dilakukan jika dihadiri oleh tiga perempat anggota MPR dan disetujui dua pertiga anggotanya

Berat banget to bro ? 😀

Pada akhirnya, mau gak mau mereka harus tahu diri. Tak ada kepandaian, tak ada rasa sabar mereka miliki untuk menerobos dan membongkar benteng kesulitan yang diberikan konstitusi bagi pemakzulan itu

Kini anugerah melekat yang mereka miliki yang harus digunakan. Buat kerusuhan…!!!

Tuhan Maha Adil, ketika nalar dan logika tak dimiliki, sikap keras kepala dan merasa paling benar memberikan solusi, yakni kekerasan

Itu yang akan mereka maknai sebagai anugerah Tuhan. Itulah anugerah yang harus disukuri. Tak menggunakan sama dengan pengingkaran kodrat. Bagi kita, itu bahlul..!!!

Kerusuhan berbau ras yang ramai di Amerika akan digunakan sebagai contoh dan pintu masuk bagi tercapainya cita-cita mereka

Hati-hati, dan sekali lagi kita harus hati-hati karena pada titik ini, kelompok mereka memang sangat handal dalam menggunakan perangkat ini

Mereka sangat terlatih dan memiliki dukungan dana luar biasa besar

Berawal dari tewasnya seorang warga berkulit hitam oleh polisi, telah mengakibatkan Amerika lumpuh dan sang Presiden harus sembunyi di bunker

Jangankan sembunyi, Jokowi pernah menghampiri dan masuk ditengah kerumunan orang-orang yang mendemonya

Mulutnya mungkin tak segalak dan segahar Trump, namun keberaniannya, tak ada yang mampu menebaknya

Indonesia menjadi rusuh adalah apa yang ingin dicapai sebagian orang yang terpojok akibat perbuatannya dimasa lalu. Kini mereka sedang melawan dan membonceng pandemi

Pandemi telah berubah menjadi kerusuhan beraroma rasial di Amerika, apakah Indonesia akan diarahkan menjadi seperti itu, tentu hanya warga negara yang mampu mencegahnya

Jokowi sebagai Presiden telah melakukan kewajibannya. Saat ini, saat dunia sedang dalam kekacauan, kita sebagai warga negara dituntut terlibat mengamankannya

Apakah Indonesia akan terjebak pada peristiwa yang sama dengan yang terjadi di Amerika, saya, sebagai warga negara, memilih akan berdiri dan mengajak semua elemen masyarakat yang lain dan bersama presiden mengamankan negara ini




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yuk kita ramai-ramai subscribe YouTube Channel One Indonesia Satu dengan meng klik tombol YouTube di bawah ini

%d bloggers like this: