Terungkap! Peristiwa KKN di Desa Penari Terjadi pada 2008 di Rowo Bayu

  • Bagikan
X

JAKARTA, Oneindonesiasatu.com – Rasa penasaran publik terkabulkan. Akhirnya terbongkar lokasi asli KKN di Desa Penari dan waktu pelaksanaannya.

Terungkapnya, kisah nyata KKN di Desa Penari dibuat semakin misteri usai SimpleMan menuliskannya dengan data-data yang disembunyikan.

Kini, mulai terkuak lokasi KKN di Desa Penari dan waktu pelaksanaanya yang sesuai dengan kenyataan karena tercatat dan ada data resminya dari kepala desa.

Lokasi asli KKN di Desa Penari baru terbongkar oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Erick Thohir ikut penasaran untuk mengetahui fakta yang sebenarnya dari kisah yang viral dari KKN para mahasiswa ini.

Bahkan, Erick Thohir mengaku akan mengunjungi lokasi KKN di Desa Penari tersebut.

Hal ini diketahui dari postingan Erick Thohir di instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

Untuk mengungkap kebenaran dari kisah KKN di Desa Penari tersebut, Erick Thohir mengundang Pengelola dan Penjaga Rowo Bayu, Sudirman.

Di Rowo Bayu terdapat sumber mata air yang fotonya viral di medsos sebagai salah satu bukti lokasi KKN di Desa Penari.

Awalnya, Erick Thohir menanyakan kepada Sudirman mengenai apakah cerita KKN di Desa Penari ini merupakan kisah nyata atau mitos belaka.

”Ini kisah nyata pak,”ungkap Sudirman seperti dikutip akun instagram Erick Thohir, Rabu 18 Mei 2022 lalu.

KKN para mahasiswa ini dilaksanakan di Desa Rowo Bayu, Kabupaten Banyuwangi. Mahasiswa yang melaksanakan KKN di Desa Rowo Bayu ini berasal dari salah satu kampus di Surabaya.

Ditambahkan Sudirman, terdapat 6 mahasiswa yang melaksanakan KKN di sana. Lalu, dua diantaranya ternyata tengah menjalin asmara.

Suatu hari, pasangan mahasiswa ini lalu keluar dari situs, atau area KKN.

Diperjalanan, mereka kemudian ketemu seseorang. Mereka pun lalu diajak sampai ke rumahnya di jamu, diberi makanan dan lain-lain.

Karena sudah sore, kata Sudirman, mereka pamit pulang. Oleh pemilik rumah, pasangan ini diberi bingkisan dibungkus kertas koran.

Mereka langsung ke wisata Rowo Bayu dibawah tiang bendera dan bercerita kepada teman-temannya yang sudah ada di sana.

Bahwa mereka sudah dari desa di atas, namanya Desa Penari.

Teman-temanya tidak percaya karena tidak ada desa lagi di area ini.

Untuk membuktikan, pasangan mahasiswa ini membuka bungkusan kertas itu.

”Saat dilihat, ternyata bukan bungkusan kertas tapi sudah berubah menjadi daun talas. Saat bungkusan ini dibuka, isinya ternyata kepala kera yang masih segar,”ungkap Sudirman.

Sudirman menegaskan bahwa cerita ini versi Kepala Desa Rowo Bayu.

”Tercatat semuanya pak, tanggal dan sebagainya,”tegas Sudirman kepada Erick Thohir.

Berdasarkan catatan dari kepala Desa Rowo Bayu, tambah Sudirman, KKN para mahasiswa ini dilaksanakan pada 2008 lalu.

Sebelumnya beredar informasi bahwa pelaksanaan KKN para mahasiswa di Desa Penari ini dilaksanakan pada 2009. Tapi, ada pula yang menyebutnya pada 1996.

Erick Thohir pun memperlihatkan raut muka takut dengan cerita dari Sudirman ini. Meski demikian, Erick Thohir berjanji akan datang ke lokasi KKN di Desa Penari.

”Saya sudah ke Banyuwangi dua kali, berarti nanti ada yang ketiga kalinya ke Desa Penari, tapi siang-siang saja ya takut ada yang ketinggalan,”ujar Erick Thohir sambil tertawa.

”Malam-malam pun tidak apa-apa pak, kita kawal,”pungkas Sudirman.

Demikian informasi yang sebenarnya mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan KKN di Desa Penari.

Rowo Bayu Banyuwangi Lokasi KKN Desa Penari

Rowo Bayu Banyuwangi Lokasi KKN Desa PenariRowo Bayu Banyuwangi disebut-sebut sebagai lokasi KKN Desa Penari. Rowo Bayu kembali menjadi perbincangan usai film KKN di Desa Penari tayang.Ternyata, meski kembali viral, kunjungan wisata di destinasi bawah kaki Gunung Raung itu tidak begitu ramai.Manajer Pengembangan Bisnis Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Suyitno mengatakan, meski viral, namun kunjungan wisata di destinasi Rowo Bayu tak begitu ramai.“Untuk sementara saat ini masih landai. Belum ada peningkatan,” ujarnya.Menurutnya, destinasi wisata Rowo Bayu adalah destinasi wisata religi. Sebab, hanya wisatawan dengan minat khusus yang datang ke sana.“Kebanyakan yang punya hajat. Selain itu juga ada pura di sana. Jadi ya umat Hindu yang banyak. Pada saat tertentu juga digunakan untuk Melasti dan kegiatan perayaan hari jadi Banyuwangi,” tambahnya.Suyitno memperkirakan, per bulan rerata ada 100 wisatawan yang datang ke sana.Namun diperkirakan, ketika isu lokasi KKN di Desa Penari terus viral, diprediksi akan membuat kunjungan wisata di Rowo Bayu semakin meningkat.“Tentu kita harapkan memang seperti itu, viral dan banyak pengunjung datang ke sana,” pungkasnya.Sebelumnya, Rowo Bayu Banyuwangi kembali menjadi perbincangan setelah film ‘KKN di Desa Penari’ tayang. Rowo Bayu disebut-sebut sebagai lokasi KKN tersebut.Dugaan itu semakin kencang berembus, usai salah satunya setelah Menteri BUMN Erick Thohir mewawancara Sudirman, pengelola Wisata Rowo Bayu.Kepada Erick, Sudirman menceritakan bahwa tragedi KKN Desa Penari terjadi di sekitar Rowo Bayu. Dalam wawancara itu, ia juga menunjukkan sejumlah foto soal titik-titik yang ada di kegiatan KKN itu.

Rowo Bayu Banyuwangi disebut-sebut sebagai lokasi KKN Desa Penari. Rowo Bayu kembali menjadi perbincangan usai film KKN di Desa Penari tayang.

Ternyata, meski kembali viral, kunjungan wisata di destinasi bawah kaki Gunung Raung itu tidak begitu ramai.

Manajer Pengembangan Bisnis Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Suyitno mengatakan, meski viral, namun kunjungan wisata di destinasi Rowo Bayu tak begitu ramai.

“Untuk sementara saat ini masih landai. Belum ada peningkatan,” ujarnya.

Menurutnya, destinasi wisata Rowo Bayu adalah destinasi wisata religi. Sebab, hanya wisatawan dengan minat khusus yang datang ke sana.

“Kebanyakan yang punya hajat. Selain itu juga ada pura di sana. Jadi ya umat Hindu yang banyak. Pada saat tertentu juga digunakan untuk Melasti dan kegiatan perayaan hari jadi Banyuwangi,” tambahnya.

Suyitno memperkirakan, per bulan rerata ada 100 wisatawan yang datang ke sana.

Namun diperkirakan, ketika isu lokasi KKN di Desa Penari terus viral, diprediksi akan membuat kunjungan wisata di Rowo Bayu semakin meningkat.

“Tentu kita harapkan memang seperti itu, viral dan banyak pengunjung datang ke sana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rowo Bayu Banyuwangi kembali menjadi perbincangan setelah film ‘KKN di Desa Penari’ tayang. Rowo Bayu disebut-sebut sebagai lokasi KKN tersebut.

Dugaan itu semakin kencang berembus, usai salah satunya setelah Menteri BUMN Erick Thohir mewawancara Sudirman, pengelola Wisata Rowo Bayu.

Kepada Erick, Sudirman menceritakan bahwa tragedi KKN Desa Penari terjadi di sekitar Rowo Bayu. Dalam wawancara itu, ia juga menunjukkan sejumlah foto soal titik-titik yang ada di kegiatan KKN itu.(cimahi/wol/w1n)

Sumber: waspada.co.id

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan