Wabah PMK di Kabupaten Mojokerto Teridentifikasi dari Pedagang Ternak di Gresik

  • Bagikan
X

Mojokerto (ONEINDONESIASATU.COM) – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Mojokerto ditemukan pertama kali dari Pasar Ternak Pandan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Penularannya dari pedagang hewan ternak dari Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik.

Kabid (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan), Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, drh Agoes Hardjito menjelaskan, wabah PMK pertama kali masuk Kabupaten Mojokerto setelah pihaknya melakukan penelusuran. “Memang dari Gresik jadi di Pasar Pandan,” ungkapnya, Senin (23/5/2022).

Masih kata Agoes, ada pedagang sapi yang membeli dari pedagang lain yang berasal dari Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Setelah dua hari di rumah, sapi tersebut menunjukkan gejala-gejala sakit PMK. Pihaknya bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) kecamatan mengambil sampel.

Baca Juga:Sapi Limosin Betina Mati dengan Mulut Berbusa Gegerkan Banaran Kota Kediri, Dicurigai Terjangkit PMKBupati Gresik Siapkan Ganti Rugi untuk Sapi Terpapar PMK yang Dipotong di TempatHewan Ternak Terjangkit PMK di Magetan Bertambah Jadi 72 KasusPedagang Ternak Magetan Ingin Tetap Bisa Berjualan di Pasar HewanDosen UB Minta Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Wabah PMK

“Dan ternyata hasilnya terkonfirmasi positif. Jadi di situ (Pasar Ternak Pandang) kan ada pedagang dari Gresik juga yang berjualan, mereka yang membawa hewan ternaknya kemudian dibeli pedagang di sini. Dua hari kemudian menunjukkan gejala PMK,” katanya.

Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Disperta melakukan penutupan enam pasar ternak yang ada di Kabupaten Mojokerto selama satu bulan. Penutupan dilakukan mulai tanggal 8 Mei hingga 8 Juni 2022.

“Selain menutup enam pasar ternak selama satu bulan, kami bersama Polres Mojokerto dan Kodim 0815 Mojokerto juga melakukan penyekatan. Hewan ternak tidak boleh keluar masuk Kabupaten Mojokerto, penyekatan dilakukan di perbatasan dengan kabupaten lain,” katanya.

Agoes menambahkan, hal tersebut dilakukan dalam rangka mengendalikan virus PMK di Kabupaten Mojokerto. Jika masih ditemukan wabah PMK di Kabupaten Mojokerto maka penyekatan di beberapa perbatasan akan dilakukan meski penyakit yang disebabkan oleh Virus Foot Mouth Disease (FMDV) tidak menular ke manusia.

Sesuai Surat Edaran dari Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko Nomor 520/1305/416-118/2022 tentang Penutupan Kegiatan Jual Beli Ternak, penutupan dilakukan selama satu bulan mulai 8 Mei 2022 hingga 8 Juni 2022.

Enam pasar hewan terbesar di Kabupaten Mojokerto ditutup selama satu bulan yakni pasar sapi wilayah Ngrame Kecamatan Pungging, pasar hewan Pandan Kecamatan Pacet, pasar hewan Kecamatan Gondang, pasar hewan Jatirejo, Sawahan Kecamatan Bangsal dan pasar hewan di Kecamatan Kemlagi. [tin/kun]

Sumber: beritajatim.com

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan