Komplit, Warga Gresik Ini Tertangkap Pesta Miras Plus Bawa Sajam

  • Bagikan
X

Gresik (ONEINDONESIASATU.COM) – Rio Adi Purna (28) warga asal Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik, terpaksa menginap di penjara. Dirinya berurusan dengan tindak pidana karena asyik pesta minuman keras (miras) sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini bermula saat anggota Reskrim Polsek Driyorejo yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Eriq Panca melaksanakan patroli untuk mengantisipasi terjadinya tidak pidana. Patroli di sekitaran perumahan Kota Baru Driyorejo (KBD).

Sewaktu berpatroli, anggota mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya sekelompok pemuda yang sedang pesta minuman keras. Bahkan ribut-ribut bersenjata tajam sehingga membuat warga takut.

Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi mengatakan, awalnya anggota Reskrim Polsek Driyorejo menerima laporan warga. Aparat pun langsung mendatangi lokasi pesta miras.

Pada saat dilakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap sekelompok pemuda yang sedang pesta minuman keras tersebut, sebagian pemuda melarikan diri. Mereka meninggalkan sisa-sisa minuman keras di lokasi kejadian.

“Saat anggota kami melakukan pengejaran dan penangkapan, salah satu pemuda Rio Adi Purna melemparkan senjata tajam berupa celurit ke arah selokan, berusaha untuk menghilangkan barang bukti,” katanya, Senin (14/06/2022).

Ia menambahkan, upaya pelaku menghilangkan barang bukti tidak berhasil dilakukan oleh tersangka. Anggotanya langsung melakukan penangkapan beserta barang bukti sebilah celurit.

Baca Juga:Jambret Apes, Korbannya Ternyata Jago Silat, 1 Jurus Langsung Tersungkur ke AspalBNN Gresik Bongkar Penyelundupan Sabu Asal MalaysiaBobol Rumah, Motor Dibakar, Dihajar Sampai Menangis Minta AmpunKriminalitas Marak, Bupati Gresik Gus Yani Minta Polisi Bersikap Tegas

“Di hadapan penyidik tersangka mengaku bahwa senjata tajam tersebut milik temannya dan dititipkan kepadanya,” imbuhnya.

Kini tersangka Rio Adi Purna, mendekam di penjara usai menjalani pemeriksaan. Tersangka juga dijerat dengan pasal 2 ayat (1) undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun kurungan penjara. [dny/but]

Sumber: beritajatim.com

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan