KPK Dalami Perintah Ade Yasin Siapkan Uang Suap untuk BPK Jabar

  • Bagikan

ONEINDONESIASATU.COM, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin memerintahkan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kab Bogor menyiapkan uang untuk diberikan kepada tim pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat.

Dugaan tersebut didalami tim penyidik KPK kepada Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Arif Rahman, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teuku Mulya, Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Kabupaten Bogor Ruli Fathurahman, Inspektur Kabupaten Bogor Ade Jaya Munadi.

Kemudian Irban V Inspektorat Kabupaten Bogor Temsy Nurdin, PNS RSUD Cibinong Solihin, Kepala UPT Pajak Daerah Kelas A Jonggol Mika Rosadi, serta Subkoordinator Pelaporan Dinas BPKAD Kabupaten Bogor Hanny Lesmanawaty.

Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor tahun 2021. Mereka diperiksa di Gedung KPK Merah Putih pada Jumat, 10 Juni 2022 untuk melengkapi berkas penyidikan Ade Yasin.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain masih terkait dengan dugaan arahan berlanjut dari Tersangka AY (Ade Yasin) agar beberapa SKPD yang diaudit oleh Tersangka ATM dkk (auditor BPK Jabar) untuk menyiapkan uang operasional selama proses audit berlangsung," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (13/6/2022).

Sementara saksi lain Sekretaris BPKAD Pemkab Bogor Andri Hadian yang dijadwalkan hadir bersama saksi lainnnya ini tak memenuhi panggilan tim penyidik.

"Tidak hadir dan dilakukan penjadwalan ulang," kata Ali.

 

Sumber: liputan6.com

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan