Pakaiannya Dipersoalkan, Ummi Pipik Sebut Uje Memintanya Memakai Cadar sejak 2005

  • Bagikan
X

UMMI Pipik langsung bereaksi begitu pakaiannya dipersoalkan oleh netizen setelah sang putra Abidzar menumpahkan kekesalan di media sosial.

Ummi Pipik pun memberi pesan kepada netizen yang telah mempersoalkan cadarnya. “Di saat seorang anak ngebelain umminya. Maafin ya anak saya bu. Kalau masih emosi, insha Allah dia dah faham koq. Sabar ya sayangku anak sholeh @abidzar73,” tulisnya di Instagram-nya, Minggu (12/6/2022) malam.

Ummi Pipik menegaskan saat memutuskan untuk bercadar itu bukan karena ingin menjamin masuk surga juga bukan membudayakan pakaian Arab.

“Satu hal yang ibu harus tahu cadar saya juga belum jaminan diri saya masuk surganya Allah. Tapi setidaknya saya jadikan pakaian saya sebaik baik taqwa saya kepada Allah, bukan pakaian yang ibu bilang adat atau budaya Arab! salah!,” tegasnya.

“Setidaknya saya bisa satu barisan bersama putri Rasulullah Sayidatina Fatimah Azzahro penghulunya para wanita, karena beliau memakai cadar,” lanjutnya.

Untuk netizen tersebut, Ummi Pipik mengatakan sejatinya sang suami almarhum Ustaz Jeffry Al Buchory telah memintanya memakai cadar sejak 2005.

“Satu hal yang ibu-ibu belum tahu tahun 2005 pertama kali almarhum Uje (sapaan Jeffry Al Buchory) sudah menyuruh saya pakai cadar! Tapi sayanya yang belum mau. Jadi, mending sini ibu kenalan sama saya, supaya wawasannya luas,” ungkapnya.

Pun demikian, Ummi Pipik mendoakan netizen tersebut. “Semoga Allah pandang hati ibu ya dan selalu dalam kasih dan sayangNya Allah. Saya enggak mau nge-tag ibunya. Semoga baca postingan saya nanti saya share hukum cadar ya di story saya,” pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa netizen menuding Ummi Pipik sudah salah jalur gegara memakai cadar dan mengaitkan dengan ceramah lama Uje. 

Sumber: pojoksatu

Foto: Ummi Pipik dan Abidzar. Foto : Instagram/@_ummi_pipik.

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan