Diragukan! Tak Punya Latar Belakang Ekonomi, Zulhas Diprediksi Sulit Stabilkan Harga

  • Bagikan

Pengamat Politik dan Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo mengatakan, masyarakat tengah menunggu sepak terjang Zulkifli Hasan untuk menstabilkan harga bahan pokok.

"Sepak terjang Zulkifli Hasan untuk bisa menstabilkan harga bahan pokok yang tengah melambung akan ditunggu oleh rakyat," ujar Suko Widodo dalam keterangannya, Kamis, (16/6/2022).

Ia menilai posisi Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan sangat layak diganti karena tidak bisa menstabilkan harga, seperti minyak goreng.

Meski begitu, dosen FISIP Unair itu cukup kaget ketika Zulkifli Hasan yang ditunjuk untuk menjadi Menteri Perdagangan.

"Bagi saya posisi Menteri Perdagangan harus diganti, tapi kalau penggantinya Zulkifli Hasan memang sedikit mengagetkan karena saya belum tahu apa dia punya background pedagang atau bukan," ucapnya.

Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Zulkifli Hasan sebagai Mendag, kata dia, cukup menarik karena selama ini menteri untuk kader Partai Amanat Nasional adalah posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

"Tapi, menteri itu adalah pembuat kebijakan. Jadi, tidak seberapa penting latar belakangnya, yang penting dia  dinilai mampu menjalankan tugasnya," kata Sukowi, sapaan akrabnya.

Dilain pihak, analis kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menilai latar belakang menteri dan wakil menteri yang baru dilantik ini kebanyakan tidak terkait pada bidangnya.

Padahal, kata dia, dibutuhkan orang profesional yang bisa mengatasi kenaikan minyak goreng sampai penyelesaian konflik agraria.

"Di sini publik juga akan melihat pada posisi yang tidak melihat ada kemanfaatan yang lebih. Artinya, misal harga minyak goreng terkait dengan kebutuhan sembako itu, berpihak pada rakyat itu sulit. Dengan performa-performa orang yang duduk itu," kata Trubus. 

Sumber: poskota

Foto: Zulkifli Hasan sebagai Mendag baru memberikan janji-janjinya soal minyak goreng (Foto: Setkab/ist.)

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan