Gus Baha: Syekh Siti Jenar Mengaku Tuhan, Tapi Kalah Bertarung dengan Sunan Kalijaga

  • Bagikan
X

Syekh Siti Jenar menjadi sebuah nama yang melegenda di cerita para wali. Keyakinan Manunggaling Kawula Gusti yang menyatakan dirinya adalah Tuhan membuat Siti Jenar berakhir dihukum mati oleh Wali Songo.

Ulama ahli tafsir Alquran, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan tentang ajaran Manunggaling Kawula Gusti yang diajarkan oleh Syekh Siti Jenar. Ia berkata, ajaran itu lahir karena seseorang terlalu percaya diri jika Tuhan sudah menyatu ke dalam dirinya.

"Sampai ada aliran Wahdatil Wujud atau Manunggaling Kawula Gusti karena seseorang terburu-buru GR merasa dekat dengan Tuhan. Lalu Tuhan dianggap bersemayam di dirinya masing-masing, akhirnya mempunyai keyakinan Manunggaling Kawula Gusti, disebut Wahdatil Wujud," kata Gus Baha.

"Seperti cerita Syekh Siti Jenar. Kacau..!! Siti Jenar dipanggil Walisongo untuk diadili sebab mempunyai aliran Wahdatil Wujud. Ketika dia berada di rumah, ada utusan Walisongo yang datang, “Siti Jenar, kamu dipanggil Walisongo..!!”

“Di sini tidak ada Siti Jenar, adanya Allah!”

Akhirnya, kata Gus Baha, utusan Walisongo pulang. Kata Syekh Siti Jenar, tidak ada makhluk, yang ada hanyalah Allah. Entah Walisongo lupa atau memang keliru, namanya wali juga manusia.

“Ya sudah, Allah panggil..!!” kata Walisongo. Karena kalau disebut Siti Jenar tidak mau.

Baca Juga: Cantumkan Nama 'Aceh', Pemerintah Aceh Sidak Langsung Warung Nasi Uduk Jual Olahan Babi di Muara Angke: Kami di Sini...

Utusan Walisongo tadi akhirnya datang lagi, “Siti Jenar, kata Walisongo, Allah dipanggil ”

“Wali bodoh, Allah jangan dipanggil, tidak sopan!” kata Syekh Siti Jenar kepada utusan Walisongo.

Sudah dua kali utusan tadi keliru terus. Memanggil Siti Jenar tidak mau datang, memanggil Allah malah tidak sopan.

"Masyhur cerita ini, akhirnya Walisongo kesal lalu mengutus Sunan Kalijaga untuk mengajak perang Syekh Siti Jenar. Nah, salahnya Siti Jenar, dia kalah dalam peperangan tersebut. Akhirnya kita secara sederhana kan bisa menyimpulkan, bahwa jelas itu bukanlah Allah, masak Allah kok kalah sama Sunan Kalijaga."

Setelah itu, menurut Gus Baha, cerita Syekh Siti Jenar dibolak-balik. Para penggemar Wahdatil Wujud menyebut yang menang perang adalah Syekh Siti Jenar, jenazahnya wangi, lalu mengarahkan Walisongo yang curang.

"Apa pun itu, aliran Wahdatil Wujud tidak mungkin benar. Karena bagaimana pun kita pernah 'tidak ada' menjadi 'ada', itu bukti bahwa kita adalah 'makhluk'," ucap Gus Baha.

Sumber: republika

Foto: Gus Baha/Net

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan