Bhima Yudhistira: Presiden 2024 Harus Berani Tunda Proyek IKN

  • Bagikan

Proyek mercusuar yang menghabiskan anggaran negara harus dihentikan oleh Presiden RI yang terpilih dari hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Begitu diungkapkan Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios), Bhima Yudhistira, menyampaikan sejumlah pokok pikiran tentang figur ideal Presiden RI 2024.

Bhima menjelaskan, salah satu proyek mercusuar yang digagas dan bahkan sudah dimulai pembangunan infrastruktur dasarnya adalah Ibukota Nusantara (IKN).

Menurutnya, proyek yang diperkirakan memakan anggaran hingga Rp 30 triliun untuk tahun 2023 tersebut justru memberikan dampak pada perputaran ekonomi di dalam negeri.

Pasalnya, proyek ini tidak dapat memberikan pengaruh pada penurunan biaya logistik yang membuat perekonomian Indonesia bisa memiliki daya saing yang tinggi di dunia.

"Berani menunda proyek-proyek mercusuar yang tidak berdampak pada penurunan biaya logistik sikap yang harus dimiliki capres atau presiden yang terpilih dari Pilpres 2024," ujar Bhima saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (23/6).

Maka dari itu, Bhima berharap sosok yang akan muncul dalam perhelatan Pilpres 2024 nanti bisa menyampaikan secara tegas terkait keberpihakannya pada pengembangan ekonomi nasional dengan cara membatalkan pembangunan proyek IKN.

"Itu berarti Presiden 2024 harus berani bilang tidak pada kelanjutan proyek IKN," demikian Bhima.

Sumber: rmol

Foto: Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios), Bhima Yudhistira/Net

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan