PDIP Tutup Peluang Berkoalisi dengan Demokrat-PKS di Pilpres 2024, Pengamat : Intinya Ada Luka Lama

  • Bagikan

Pengamat politik Ujang Komarudin menganalisa sikap PDI-Perjuangan yang tidak mau berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS di Pilpres 2024.

Ia menduga hal tersebut dikarenakan luka masa lalu antara Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Di mana, pada Pilpres 2004 Megawati menganggap bahwa SBY telah mengkhianatinya sebagai presiden waktu itu.

Pada saat itu SBY sebagai menterinya yang berjanji pada Megawati tidak akan maju dalam Pilpres 2004.

Namun, pada injury time SBY malah mencalonkan diri, sehingga memenangkan Pilpres 2004 yang diusung partai Demokrat.

“Kalau saya melihat, ini jadi faktor PDIP tidak mau berkoalisi dengan Demokrat, karena ada luka masa lalu,” kata Ujang dihubungi Pojoksatu.id, Kamis (23/6/2022).

Ujang melanjutkan, pada saat itu Demokrat-PKS menjadi penguasa, sementara PDIP sebagai oposisi.

Begitu juga sebaliknya, saat peralihan kekuasaan dimenangkan oleh partai besutan Megawati itu, Demokrat-PKS sebagai oposisi.

“Saya rasa soal koalisi ini ada sisi historisnya, PDIP waktu itu sebagai oposisi dan Demokrat, PKS penguasa, sekarang sudah beralih,” ucapnya.

Sebelumnya, PDI-Perjuangan menyatakanogah berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS di Pilpres 2024 mendatang.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, tidak mau berkoalisi dengan kedua partai itu.

“Kalau dengan PKS dan Demokrat tidak bisa berkoalis,” kata Hasto kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).

Menurut anak buah Megawati Soekarnoputri itu PDIP sulit membangun koalisi dengan Demokrat dan PKS.

“Kalau saya pribadi sebagai sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut Hasto dikarenakan berbagai dinamika politik yang terjadi di masa lalu.

“Karena dalam berbagai dinamika politik menunjukan hal itu,” ucapnya.

Sumber: pojoksatu

Foto: Kolase Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri/Net

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di oneindonesiasatudotcom@gmail.com.
  • Bagikan