Priyo Budi Santoso: Kita Tutup dan Sudahi Cebong-Kampret Sebelum Memasuki 2024

  • Bagikan
X

Polarisasi masyarakat yang memunculkan kubu "cebong" dan "kadrun" di masa Pemilu 2019 silam harus menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam menyongsong Pemilu 2024.

Pendiri Pridem Institute, Priyo Budi Santoso menegaskan, Bangsa Indonesia memiliki PR besar dalam menghadapi potensi perpecahan bangsa dan gesekan sosial.

Adanya fenomena cebong vs kadrun menjadi pelatuk yang mempertajam polarisasi masyarakat. Pertengkaran yang terus dipelihara adalah diskursus yang tidak mencerdaskan, bahkan makin menambah luka sosial yang destruktif.

"Ini harus segera disudahi, segera tutup buku dan tamat riwayat sebelum memasuki tahun politik 2024. Kesengajaan melanggengkan buzzer, cebong, kadrun sama saja membiarkan api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa membakar tatanan sosial bangsa,” kata Priyo dalam keterangannya, Senin (1/8).

Ia lantas menyinggung orasi tokoh nasional Surya Paloh saat menerima gelar kehormatan Doktor (HC) di Universitas Brawijaya Malang beberapa waktu lalu.

Surya Paloh, kata dia, sedang membangunkan pikiran berpolitik yang selama ini tertidur dari iklim politik yang abai terhadap bahaya perpecahan.

Sumber: rmol.id

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan