Kalapas Takalar dan Parepare Dicopot Karena Terlibat Pungli

  • Bagikan
X

Kalapas Parepare dan Takalar dicopot karena terlibat dugaan pungutan liar (pungli). Langkah tegas diambil Pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Selatan.

“Untuk sementara dua orang kalapas dibebastugaskan (dicopot) yakni Kalapas Takalar dan Kalapas Parepae sedang kami panggil di sini dan kami adakan pemeriksaan,” ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulsel Suprapto di Makassar, Senin (1/8/2022).

Ia menjelaskan, pemanggilan dua kepala lapas tersebut guna pemeriksaan secara internal atas adanya laporan dugaan pungli di lapas masing-masing untuk memastikan kebenarannya.

“Untuk sementara kita bebas tugaskan dulu sambil menunggu kebenaran itu, benar atau tidak. Sejak hari ini, (dinonaktifkan) sampai selesai pemeriksaan keseluruhan,” tuturnya menegaskan.

Dugaan pungli tersebut menyusul beredarnya informasi di media bahwa ada oknum pegawai Lapas Klas II B Takalar berinisial E diduga menerima dana dari pihak keluarga tahanan melalui bukti kwitansi senilai Rp15 juta agar mengatur tahanan tersebut dikeluarkan dari lapas setempat tepat di hari 17 Agustus 2022.

“Kami atas nama jajaran Kemenkumham mencoba untuk mendalami kasus ini terutama masalah adanya pungutan. Karena, kita sudah sampaikan tidak ada pungutan dalam pelayanan. Kami panggil kalapasnya ke sini untuk memberikan penjelasan,” papar dia.

Sumber: sulsel.pojoksatu.id

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan