Bjorka Bisa Nggak Ngehack Big Datanya Pak Luhut? Yang Katanya Masyarakat Pingin Jokowi 3 Periode

  • Bagikan
X

Hacker Bjorka terus menyita perhatian usai mengunggah beberapa dokumen yang dilabeli rahasia, termasuk berkas surat-menyurat presiden dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Bahkan kini polisi mengklaim telah menangkap sosok diduga Bjorka, yakni seorang pemuda penjual es di Kabupaten Madiun, Jawa Timur atas nama Muhammad Agung Hidayatulloh.

Namun politikus Gerindra, Arief Poyuono, meminta publik untuk tidak terlalu ambil pusing dengan sepak terjang Bjorka tersebut. Bahkan Poyuono meyakini data-data yang diretas Bjorka adalah data palsu.

Hal ini seperti yang disampaikan Poyuono lewat Twitter-nya. "Jangan percaya sama @bjorkanism karena data data presiden, BIN, dan data penduduk yang di hack itu semua data palsu lho. Menkominfo engga perlu kebakaran jenggot," ujarnya, dikutip Suara.com, Jumat (16/9/2022).

Malah Poyuono tidak terlalu terkesan dengan data-data yang dibocorkan Bjorka. Karena itulah, Poyuono menantang sang hacker untuk membuka sebuah data yang sangat ditunggu masyarakat Indonesia.

Adalah big data yang sempat disebutkan Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan ketika ramai isu Presiden Joko Widodo menjabat tiga periode. Kala itu Luhut mengklaim ada 110 juta orang yang menyepakati bila Jokowi menjabat selama tiga periode.

Sumber: suara.com

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan