Bolehkah Jokowi Menjadi Wakil Presiden?

  • Bagikan
X

SETELAH wacana perpanjangan masa jabatan agak mulai sunyi, wacana tiga periode menggema. Wacana yang muncul dari pendukung Joko Widodo itu telah memantik perdebatan politik ketatanegaraan yang rumit.

Napas gerak wacana tiga periode agak panjang, karena Presiden Jokowi juga tidak memiliki prinsip yang bisa dipegang untuk meyakinkan publik bahwa dirinya tidak ingin tiga periode.

Alih-alih menghentikan wacana yang dilontakan oleh relawan Pro-Jokowi (Projo) mengenai tiga periode, Jokowi justru mengatakan itu bagian dari demokrasi. Menyatakan wacana tiga periode bagian dari demokrasi bukan hanya melukai demokrasi itu sendiri, tapi juga menginjak-injak konstitusi yang mengatur batasan masa jabatan presiden itu.

Jokowi perlu belajar dari para tiran selama ini, mereka lahir dari pemerintahan yang tidak pernah menyangkal demokrasi, tapi dia menginginkan demokrasi itu untuk dirinya sendiri, tidak untuk orang lain.

Wajah tirani lahir dari kemauan untuk merubah aturan main konstitusi. Konstitusi sudah membatasi, tapi para tiran akan men congkel ketentuan konstitusi itu dan berubah berdasarkan keinginan mereka. Maka lahirlah tirani.

Perasaan prestasi dan kehebatan yang digaungkan oleh pendukung dan relawan Jokowi berbanding terbalik dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Negara terus menghadapi badai krisis ekonomi.

Sumber: rmol.id

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan