Soal Dugaan Korupsi Lukas Enembe, Mahfud MD: PPATK Temukan Penyimpangan Ratusan Miliar

  • Bagikan
X

Bukan hanya terkait uang Rp 1 miliar yang diterima oleh Gubernur Papua Lukas Enembe (LE), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) temukan dugaan korupsi atau ketidakwajaran dari penyimpangan dan pengelolaan uang dengan jumlah ratusan miliar rupiah.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD menanggapi terkait akan adanya demo besar-besaran di Papua pada Selasa (20/9) usai ditetapkannya Gubernur Lukas sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mahfud yang didampingi oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Ketua PPATK, pejabat tinggi BIN, Polri, Intelkam Polri, dan juga BAIS TNI mengatakan, kasus Lukas Enembe di KPK bukan rekayasa politik dan tidak ada kaitannya dengan partai politik (parpol) atau pejabat tertentu, melainkan atas temuan dan fakta hukum.

"Dan ingin saya sampaikan bahwa, dugaan korupsi yang dijatuhkan kepada Lukas Enembe yang kemudian menjadi tersangka bukan hanya terduga bukan hanya gratifikasi Rp 1 miliar," ujar Mahfud kepada wartawan, Senin (19/9).

Mahfud mengungkapkan, ada laporan dari PPATK tentang dugaan korupsi atau ketidakwajaran dari penyimpangan dan pengelolaan uang yang jumlahnya ratusan miliar dalam 12 hasil analisis yang disampaikan ke KPK.

"Saat ini saja ada blokir rekening atas rekening Lukas Enembe per hari ini itu sebesar Rp 71 miliar yang sudah diblokir, jadi bukan Rp 1 miliar," kata Mahfud.

Sumber: rmol.id

Artikel Asli

Note:

Apabila terdapat kesalahan informasi dalam berita ini, silahkan kirim koreksi/laporan Anda ke alamat email kami di [email protected].
  • Bagikan